I

Artikel

PENDIDIKAN KELUARGA DALAM MEMBANGUN KARAKTER ANAK

Jumat
14:56:18 13 April 2018

Keluarga bukan hanya sekedar saudara atau orang yang memiliki satu darah yang sama. Namun keluarga merupakan satu-satunya tempat untuk anak-anak berlindung dan mempertahankan diri dari hal yang membahayakan. Seorang BJ. Habibie (Presiden RI ke-3) pernah bercerita pada kesempatan wawancara di salah satu stasiun televisi swasta bahwa sepeninggal Ibu Ainun beliau hampir mengalami depresi yang hebat. Dokter lalu menyarankan agar ia memilih antara meminum obat dalam jangka waktu lama atau menulis untuk terapi kejiwaannya yang sedang goncang. Akhirnya beliau memilih untuk menulis agar dapat menumpahkan segala perasaan dalam bentuk tulisan. Tulisan tersebut dapat kita baca dalam buku karyanya berjudul “Habibie dan Ainun” yang kemudian diangkat ceritanya ke layar perak dan cukup menyedot perhatian jutaan setiap penonton di tanah air. Contoh yang dilakukan oleh BJ Habibie tersebut membuktikan bahwa peran keluarga dapat digunakan untuk memotivasi perasaan dalam diri manusia dan menjadi terapi kejiwaan seseorang.

Secara praktis, pendidikan dalam keluarga tidak mempunyai suasana seperti pendidikan di sekolah. Kita tidak akan menemukan ruangan yang dipenuhi fasilitas seperti bangku dan meja, papan tulis dan media pembelajaran lainnya. Dalam hal ini tentunya keluarga adalah mata air pendidikan yang membentuk karakter manusia dan merupakan sekolah pertama dalam mendidik anak. Ki Hajar Dewantara menegaskan bahwa Pendidikan harus dilakukan secara kooperatif antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keluarga merupakan mata air pendidikan pertama dan terpenting, karena keluarga pondasi utama pembentukan Intelligence Quotient (IQ) dan Emotional Quotient (EQ).

Bersamaan dengan hal itu menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional juga telah menegaskan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Maka jelaslah sekolah adalah fase kedua dari pendidikan pertama dalam keluarga, karena pendidikan pertama dan utama diperoleh anak dari keluarga. Pada masa inilah peletakan pondasi belajar harus tepat dan benar. Jika pada fase ini orangtua salah dalam memformat semangat belajar anak, maka kelak akan berpengaruh terhadap sikap anak dalam menghadapi fase sekolah karena pada dasarnya setiap anak terlahir dalam keadaan jenius dan berperilaku baik, orangtualah yang membuat anak tidak mampu mengakumulasikan kejeniusannya dan perilaku kebaikannya. Peran orangtua amat penting dalam rangka penguat insan dan ekosistem pendidikan di Indonesia. Selama ini pendidikan keluarga atau biasa disebut pendidikan informal seolah tercabut dari sistem besar pendidikan nasional. Padahal, keluarga merupakan elemen utama dalam ekosistem pendidikan yang terdekat dengan anak, orangtua mempunyai banyak potensi dan keunggulan dan kesempatan untuk menjadi berdaya dalam membentuk perilaku dirinya dan anak dalam keluarga sehingga tujuan pendidikan memanusiakan manusia dapat tercapai dengan sangat baik, karena pendidikan merupakan investasi panjang yang tidak dapat langsung dinikmati dengan instan/sekaligus perlu proses pembiasaan dan kerjasama yang baik antara keluarga, masyarakat, dan pemerintahnya.

Menjadi guru tak hanya ditemukan di sekolah, mereka yang bisa mengajar orang lain merupakan guru. Namun, ada guru yang dianggap baik karena mengajarkan hal baik atau justru sebaliknya. Peran pertama keluarga tentu menjadi guru bagi sang anak, dimana anak ketika membuka mata. Maka keluargalah yang membantu menjelaskan apa yang anak lihat, hingga mereka beranjak menjadi anak-anak yang sudah mengerti akan lingkungan sekitarnya di dunia. Namun peranan keluarga tidak berhenti sampai disana juga, setiap anggota keluarga pasti bisa dan mungkin menjadi guru dari anggota lain yang masih menjadi bagian dari keluarga atau anak, Membimbing anak merupakan hal utama yang harus dilakukan setiap orang tua, atau keluarga. Membimbing anak memang gampang-gampang mudah, dimana anak-anak merupakan tahapan dari perkembangan manusia dan belum tahu apapun, sehingga mereka harus diberikan bimbingan dan juga arahan agar tidak mengenal hal-hal yang salah dan buruk.

Pendidikan merupakan gerbang utama untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Meskipun ada faktor lain yang mempengaruhi, banyak juga yang menganggap bahwa pendidikan merupakan poin utama untuk bisa menggapai kehidupan yang lebih baik selanjutnya. Begitupun pilihan pendidikan pada masing-masing anak menjadi otoritas orangtua dan anak. Membantu rencana pendidikan anak merupakan poin selanjutnya peran utama keluarga untuk pendidikan seorang anak. Mereka mungkin merasa bingung dan tidak tahu dengan pilihan, pilihan lingkungan pendidikan yang seusuai dengan minat atau keinginan seorang anak, sehingga kembali pada masing-masing anak. Namun peran orang tua berhak memberikan penjelasan atas masing-masing pilihan mereka. Misalnya anak memilih untuk berkarir dan bercita-cita menjadi Pilot atau Masinis. Silahkan anda jelaskan kelebihan dan kekurangan keduanya tanpa memaksa mereka. Hal ini merupakan peranan yang paling dibutuhkan oleh banyak anak-anak secara umum. Sudah banyak kasus, dalam hal ini kesalahan orangtua yang fatal adalah menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan anaknya kepada sekolah atau pendidik. Sehingga ibarat bom waktu, perlahan namun pasti. Jika peran keluarga diabaikan, maka tunggulah waktu kehancuran dari sebuah peradaban suatu bangsa. Dimana keluarga adalah mata air pendidikan yang mulai terlupakan. Oleh karena itu di zaman sekarang ini, mata air pendidikan yakni keluarga janganlah diabaikan karena waktu anak berada di sekolah lebih kecil dibanding dengan waktu anak di luar sekolah (rumah atau masyarakat) Maka dari itu keluarga harus mampu menjadi pilar utama dalam membentuk karakter manusia.

Menciptakan lingkungan yang baik merupakan poin terakhir yang diberikan dalam sebuah keluarga. Ikan hias akan berasal dari kolam ikan yang indah, namun ikan paus berasal dari lautan luas. Anda bebas memilih ingin memberikan lingkungan yang baik atau tidak pada anak-anak. Namun resiko haruslah anda tanggung, ketika mereka harus menghadapi lingkungan yang tidak baik. Terutama jika mereka masih usia sangat belia dan harus menghadapi hal yang dianggap belum sanggup ditanggung seorang anak. Sehingga, sebagai orangtua usahakanlah mampu menciptakan lingkungan yang baik ketika ada seorang anak tumbuh kembang di tengah keluarga anda. Peran keluarga dalam pendidikan anak sebenarnya lebih besar dibanding beberapa poin diatas. Keluarga bisa dikatakan  sebagai hal membahagiakan apabila mampu memenuhi tanggung jawab atau peran dalam keluarga. Hanya keluarga yang bisa memberikan pendidikan terbaik, pelajaran terbaik dan kasih sayang terbesar pada manusia. Khusunya anak-anak yang masih belum tahu seperti apa dunia dan belum bisa menentukan sikap dan karakter dengan jelas dan harus melakukan apa ketika mereka sudah mampu mengenal lingkungan keluarga dan di luar lingkungan keluarga, atau harus memilih hal yang baik dan buruk secara tepat sehingga orangtua dikatakan berhasil atau mampu mendidik anak menjadi anak-anak yang mempunyai karakter positif, mandiri dari hasil pendidikan dalam keluarga itu sendiri.

Share

Artikel Lainnya

Tentang Penulis

ToNe Socius Max

Komentar

Berita Populer

Artikel Populer

Nasihat TGB

Statistik Pengunjung

    1391066

    Total pengunjung : 619.052
    Hits hari ini : 94
    Total Hits : 1.391.066