I

Artikel

Benarkah Panji Rasul Juga Dikibarkan Dalam Kondisi Damai?

Jumat
05:09:27 02 November 2018

Hari ini, (31/10) postingan tentang “Fathu Makkah” banyak muncul di beranda Facebook. Hal ini sebagai respon dari pendapat Ustaz Abdul Somad tentang Panji Rasul yang menurutnya tidak hanya dikibarkan saat perang saja melainkan juga saat dalam kondisi damai dengan mengambil contoh pada peristiwa Fathu Makkah.

Benarkah “Fathu Makkah” itu situasinya tidak dalam situasi perang atau dalam kondisi normal? Inipun kemudian menimbulkan beragam pendapat atau pemahaman. Namun, sebagai ilustrasi dari peristiwa “Fathu Makkah” yang terjadi pada 8 Hijriah ini, menarik untuk kita simak tulisan singkat dari Ustadz Abdul Baasith Asdjazzi, Lc berikut ini:

Ketika Fathu Makkah, kaum muslimin berangkat dengan kurang lebih 10 ribu pasukan. Mereka adalah para sahabat yang siap berperang untuk menaklukkan Makkah karna batalnya perjanjian damai. Situasi awal ketika berangkat dari Madinah adalah situasi PERANG karna perjanjian damai telah batal. Sehingga saat itu pasukan Rasululloh saw berangkat dengan ar-rayah yang berkibar.

Ketika pasukan tiba di sekitaran Makkah, Abu Sufyan yang merupakan salah satu pemimpin Makkah menyerahkan diri dan masuk islam. Kemudian diikuti dengan menyerahnya penduduk Makkah yang lainnya. Hingga akhirnya kaum muslimin bisa masuk ke Makkah secara DAMAI.

Kenapa ar-rayah berkibar? karna memang seluruh sahabat ketika berangkat dari Madinah dalam KEADAAN SIAP PERANG. Tapi kenyataannya penduduk Makkah MENYERAH. Nah, sudah ada gambaran kan? So, sekarang tinggal mari gunakan akal sehat masing-masing untuk menilai dan memahaminya. (MZ/SNW)

Share

Artikel Lainnya

Tentang Penulis

Suara NW

Akun Resmi Suara NW yang Dikelola oleh Admin.

Komentar

Berita Populer

Artikel Populer

Nasihat TGB

Statistik Pengunjung

    1391082

    Total pengunjung : 619.058
    Hits hari ini : 110
    Total Hits : 1.391.082