I

Artikel

TGB Zainul Majdi Menjadi Buah Bibir

Sabtu
09:39:41 23 Juli 2016

Saat saya mencari di mesin pencari google dengan ejaan  “TGB Zainul Majdi” tidak kurang dari 39.400 hasil (0,32 detik) yang terlacak dengan berbagai macam muatan tentang beliau. Dari hasil pengamatan sementara saya, hampir 80-90%  berita yang dimuat adalah tentang sosok kehidupan beliau yang bersahaja, seorang ulama, tuan guru yang juga umara, cucu dari seorang ulama besar di pulau Lombok NTB. Tetapi saya tidak akan membahas sosok TGB Zainul Majdi dari faktor nasab dan keturunan karena semua orang mengakui hal itu. Bahkan saya yakin beliau juga risih mengukur keberhasilan seseorang berdasarkan keturunan.

Akhir-akhir ini nama tuan guru bajang Zainul Majdi menjadi buah bibir di berbagai media terutama media online. Selain karena cuitan Dahlan Iskan yang beberapa bulan yang lalu mengakui kinerja kehebatan beliau juga karena beliau adalah satu-satunya Gubernur yang secara wawasan keilmuan dan pengalaman yang terbilang unik dari Gubernur kebanyakan. Secara kultur pendidikan beliau hidup di tengah lingkungan pesantren, SD-MA (Madrasah Aliyah), Ma’had ditempuhnya dilingkungan Pondok Pesantren NW Pancor dan S1-S3nya ditempuhnya di Universitas Al-Azhar Kairo yang secara total bersentuhan dengan wawasan keagamaan dan kitab-kitab klasik, yang menurut pandangan banyak orang lulusan pesantren memiliki peluang yang sedikit untuk berkiprah dalam ranah birokrasi dan pemerintahan.

Secara pengakuan di masyarakat beliau adalah sosok tuan guru yang menurut keyakinan warga Sasak Lombok waktu itu, tuan guru adalah sosok yang sangat suci dan sedikit tidak akan ternoda figurnya sebagai ikon suci di tengah masyarakat apabila bersentuhan dengan jabatan brokrasi dan pemerintahan. Inilah sebagian yang membuat unik sosok TGB Zainul Majdi di tengah masyarakat, pandangan-pandangan semacam itu mampu ditepis oleh sosok TGB Zainul Majdi. ruang pesantren dengan hadirnya TGB Zainul Majdi khususnya bagi warga Lombok telah membuka wawasan dan kebangkitan baru bagi dunia pesantren, bahwa lulusan pesantren pun mampu memberikan kontribusi yang baik tidak hanya buat agama tetapi juga buat negaranya, inilah sejatinya cita-cita suci pendidikan, kemudian Sebagai ikon suci tuan guru, beliau tidak kehilangan karismanya, bahkan tida sedikit kemudian para tuan guru yang kemudian mulai berfikir mencari solusi buat permasalahan bangsa yang mungkin selama ini hanya sibuk mencari solusi permasalaha beragama.

Selain itu, dari segi hasil kinerja pemerintahannya selama dua priode selama ini beliau terbilang cemerlang dan berhasil dalam mengangkat laju pertumbuhan ekonomi di pulau Lombok NTB begitu juga dalam sektor pendidikan dan sektor kesehatan. Bisa dibilang jauh lebih bagus dari kondisi-kondisi sebelumnya terlepas dari segala kekurangannya. data-data yang mengulas hal itu sudah banyak silahkan dicari.

TGB Zainul Majdi sangat wajar menjadi buah  bibir saat ini karena secara pengalaman, daerah NTB selama ini sering dianggap menjadi daerah yang bisa dibilang tidak diperhitungkan, selain karena tempatnya di bagian Timur Indonesia juga karena sebagian mereka menganggap SDM nya masih terbilang kurang. Tetapi pandagan itu Alhamdulillah sedikit demi sedikit telah memperlihatkan bukti kemajuannya yang sangat pesat bahkan patut diperhitungkan dalam skala nasional. Sosok TGB Zainul Majdi mampu membuka pandangan-pandangan semacam itu, bahwa warga NTB dan Lombok memiliki peluang dan kemampuan yang sangat besar untuk bersaing di tengah nasional dan internasional.

Akhir-akhir ini di kalangan teman-teman warga NW lagi ramai membicarakan TGB Zainul Majdi pantas menjadi Mentri bahkan Presiden. Tidak hanya kalangan NW tidak sedikit di luar NW juga banyak yang menulis dan memuat tentang sosok TGB Zainul Majdi yang dikenal bersih, jujur, hafizh, dan memiliki karisma yang kemudian diharapkan mambu membawa Indonesia lebih baik dan berkemajuan. Peluang itu terbuka lebar dan tidak menutup kemungkinan akan menjadi sejarah awal bagi bangsa Indonesia selama merdeka bahwa Presidennya dari Indonesia Timur. Presiden akhirnya tidak identik dengan orang Jawa, tetapi orang Bugis, Sunda, Sasak pun bisa berpeluang meraih hal itu.

Pokoknya NW

Pokok NW Iman dan Takwa.

 

Share

Artikel Lainnya

Tentang Penulis

Muhamad Hizbullah

Komentar

Berita Populer

Artikel Populer

Nasihat TGB

Statistik Pengunjung

    1041047

    Pengunjung hari ini : 6
    Total pengunjung : 576380
    Hits hari ini : 1407
    Total Hits : 1041047
    Pengunjung Online : 1