I

Artikel

Tiga Hal Yang Pertama Dilakukan Nabi Setelah Hijrah

Sabtu
15:08:47 19 November 2016

Suaranw.com. Ketika dulu nabi besar Muhammad saw berhijrah dari mekkah menuju madinah, ada tiga hal yang pertama kali dilakukan oleh nabi Muhammad saw. Pertama, Ia membangun Masjid. Kenapa nabi membangun masjid? Kenapa nabi tidak pertama kali membangun rumah? Kenapa nabi pertama kali tidak membangun gedung? Membangun istana? Membangun kantor? Sebagai lambang bahwa umat islam adalah umat yang selalu menyandarkan diri pada nilai-nilai keilahian. 

Dalam kaitannya dengan ini, saya berharap sebagaimana dahulu masjid difungsikan oleh nabi Muhammad saw bukan hanya tempat shalat, bukan hanya tempat berdzikir, tetapi juga markas untuk membangun islam. Tetapi juga tempat untuk memusyawarahkan segala perrmasalahan umat. Itulah sebabnya seluruh perkara-perkara yang timbul di tengah-tengah masyarakat islam di Madinah, dapat diselesaikan dengan baik karena berdasarkan musyawarah yang dibangun atas dasar ketakwaan kepada Allah swt.

Kedua, yang dibangun oleh nabi Muhammad saw ketika beliau berhijrah dari mekkah ke madinah adalah pasar. Kenapa nabi membangun pasar?  Untuk menunjukkan kepada umat islam bahwa di dalam islam itu tidak ada pemisahan antara dunia dan akhirat. Islam tidak hanya mengajarkan kita untuk selamat nanti di surga, tetapi islam juga mengajarkan kita bagaimana selamat dzhohir dan bathin.

Itu sebabnya, di antara doa-doa yang ada di dalam al-Qur’an , ada satu doa yang disebut dengan doa sapu jagat, doa sapu jagat itu adalah doa yang berada pada ayat 201 dari surah al-Baqarah, apa bunyi doa sapu jagat?

   “dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka"

Makna dari ayat ini adalah permohonan kepada Allah, ya Allah berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Maknanya, selain nanti di akhirat memperoleh surga, memperoleh kebaikan, memperoleh keselamatan, memperoleh kesukesan, maka mudah-mudahan begitu pula di dunia kita dapat hidup dengan sukses, dapat hidup dengan selamat, dapat membangun bumi Allah ini dengan sebaik-baiknya.

Ketiga, yang dilakukan oleh nabi ketika berhijrah ke madinah adalah mempersaudarakan antara orang Muhajirin dan orang Anshar.  Orang Muhajirin datang dari Mekkah, termasuk masyarakat yang ahli di dalam perdagangan. Sementara  Masyarakat Anshar adalah masyarakat yang tinggal di Madinah, ahli di dalam masalah pertanian.  dipersaudarakan oleh nabi dari latarbelakang yang berbeda, suku yang berbeda, warna kulit yang berbeda, asal-usul yang berbeda, dan bukan menjadi sebab saling menjauhi. Bukan sebab saling terpecah belah.

Di dalam al-Qur’an surah al-Hujurat Allah berfirman;

“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Beda asal-usul kita, beda suku kita, beda warna kulit kita, beda kampung kita, beda pulau kita, beda Negara kita, semua perbedaan itu bukan menjadi sebab kita saling memusuhi.  Tetapi  menjadi sebab untuk kita saling mengisi, saling membantu, saling ajak nasihat-menasihati, di dalam kebaikan, saling tolong-menolong, dan saling membantu di dalam amal shaleh. Itulah yang diajarkan oleh nabi kita Muhammad saw.

Suatu peradaban atau masyarakat akan mampu menjadi masyarakat yang maju kalau orang-orang yang tinggal di tempat itu terikat dengan mahabbah, mahabbah artinya rasa cinta-mencintai, saling sayang bukan saling benci, saling menasehati bukan saling mengumpat, kalau kita saling cinta, saling nasehat dan menasehati, maka akan tercipta  peradaban yang maju. Itulah peradaban masyarakat yang diridhoi oleh Allah swt.

Tiga hal yang dilakukan oleh nabi besar Muhammad saw ini merupakan pelajaran bagi kita. Pertama nabi membangun masjid, maknanya kemuliaan umat islam bukan karena rumahnya yang besar, pangkatnya tinggi, bukan ukurannya kegagahan parasnya, dia gagah, dia cantik bukan itu ukurannya. Tetapi kemajuan umat islam tergantung sejauh mana umat islam dapat menghidupkan agama di dalam masyarakatnya, maka mari kita hidupkan tuntunan-tuntunan agama. Jangan kita hanya berislam di masjid saja. Kalau sudah keluar dari masjid lupa diri kita, kalau sudah di masjid sangat saleh, dzikir, shalat, menundukkan  kepala, keluar dari masjid, pergi ke pasar, lupa tuntunan agama.

Ingat! Kita berislam tidak hanya di masjid, karena Allah selalu melihat kita, bukan hanya di masjid; dimana pun kita berada. Disebutkan  hatta bersembunyi di bagian lapisan bumi yang paling dalam, semua berada dalam pengawasan Allah swt. kalau mau berislam, berislamlah di masjid, di rumah.

Berislam di rumah maksudnnya apa? Kita hidupkan rumah kita menjadi rumah yang diridhoi oleh Allah swt. Artinya apa?  Nasihat- menasihati antar istri. Kalau kita cinta dengan istri kita, bukan membiarkannya berbuat maksiat, tapi kita cintai dengan memberikan nasihat.

Demikian pula sebagai istri, kita cinta kepada suami, bukan dengan mengiyakan apa  yang diminta suami sekalipun berbuat maksiat.  Kalau kita cinta kepada suami, maka ingatkan  apabila suami khilaf dan keliru. Jadi,  kita berislam dimanapun karena Allah selalu bersama kita dimanapun kita berada.

Kedua, nabi mendirikan pasar sebagai isyarat bahwa mulianya seorang hamba bukan tergantung karena rajinnya shalat atau puasa; tetapi tergantung juga bagaimana berusaha dan berikhtiar di atas dunia. Kalau ada orang yang sehat tetapi kerjaannya berdiri di perempatan minta uang itu adalah manusia yang hina di hadapan Allah. Walaupun shalatnya lima waktu, walaupun puasa Ramadhannya sempurna, tetapi dia tidak mau kerja, dia senang meminta-minta. Nabi Muhammad saw menyebutkan kalau ada orang yang suka meminta-minta di dunia, nanti dia akan menghadap Allah di hari kiamat, tidak ada kulit di mukanya, habis kulit mukanya, yang tersisa hanyalah tulang-belulang. Itulah orang yang hina karena di dunia tidak mau bekerja dan berikhtiar, hanya menggantungkan diri kepada orang lain.

Ketiga, nabi mempersaudarkan muhajirin dan anshar, bahwa masyarakat yang maju adalah masing-masing anggota masyarakat yang hidup di tempat itu saling cinta-mencintai di dalam kebaikan. (19/11). 3L/suaranw.com

*transkip dakwah Tuan Guru Bajang, Dr. Muhammad Zainul Majdi, MA.

Sumber Foto: Muslimvillage.com

Share

Artikel Lainnya

Tentang Penulis

Salim Rahmatullah

Komentar

Berita Populer

Artikel Populer

Nasihat TGB

Statistik Pengunjung

    1391036

    Total pengunjung : 619.040
    Hits hari ini : 64
    Total Hits : 1.391.036