I

Artikel

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN ABAD KE 21 DI MALAYSIA

Rabu
11:40:16 21 Juni 2017

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN ABAD KE-21

DI MALAYSIA

 

Sebelum saya memaparkan mengenai pembelajaran abad ke-21. Saya terlebih dulu memaparkan penjelasan mengenai pengembangan seesuai dengan tema di atas. Pengembangan itu adalah  serangkaian proses yang dilakukan untuk menghasilkan suatu sistem pembelajaran. Jadi disini saya akan lebih membahas mengenai proses dan apa yang di hasilkan pembelajaran abad ke-21.

Pembelajaran abad ke-21 merupakan pembelajaran yang di tekankan dan berpusat kepada peserta didik dan guru disini berkedudukan cuman sebagai fasilitator. Maksudnya disini bahwa guru itu di tekankan harus kreatif dalam merangkai atau merancang proses pembelajaran, karena di pembelajaran abadke-21 ini siswa harus diberikan kesempatan dalam berfikir, mengeluarkan ide-ide gagasannya dan mengembangkan kemampuan peserta didik itu baik dari segi berkomunikasi siswa, berkerja sama, bertanggung jawab dan kemampuan dalam membuat sesuatu.

Jadi, disini guru tidak hanya mentransfer ilmu hanya dengan berceramah di dalam kelas tetapi bagaimana guru bisa membuat siswa itu harus ikut berperan aktif didalam proses pembelajaran seperti yang diinginkan oleh pembelajaran abad ke-21. Selain itu, pembelajaran abad ke 21 ini juga menginginkan siswa mampu untuk bisa berfikir dan mampu mengembangkan kemampuannya.

Selain itu, pembelajaran abad ke-21 ini, bahwa proses pembelajaran itu tidak hanya di dalam kelas saja tetapi juga dapat di lakukan di lingkungan mereka (diluar kelas). Selain itu, pembelajaran abad ke 21 itu siswanya tidak hanya berhayal tetapi guru harus memperlihatkan nyatanya. Inilah pembelajaran abad ke 21 yang saya dapatkan dari Dr. Raya sebagai dosen di UTM (Universita Teknologi Malaysia).

Sebelum saya berlanjut ke karakter pembelajaran abad ke 21 terlebih dahulu saya harus menekankan bahwa pembelajaran abad ke 21 ini merupakan pembelajaran yang mempersiapkan generasi abad ke 21 dimana kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berkembang begitu cepat dan memiliki pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan kita, termasuk pada proses belajar mengajar, seperti apa yang kita rasakan pada saat ini.

Selanjutnya kita masuk ke karakter pembelajaran abad ke 21, sebagaimana artikel yang saya baca yaitu artikel yang dibuat oleh Novi Indrawati dan saya sandingkan dengan apa yang saya lihat ketika masuk ke salah satu sekolah kebangsaan yang berada di Johor Bahru, Malaysia yaitu Sekolah Kebangsaan Sri Pulai perdana, bahwa karakter pembelajaran itu ada 4 yaitu:

  • Communication (Komunikasi)

Pada karakter ini, peserta didik dituntut untuk memahami, mengelola dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Disini peserta didik diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan pemikirannya, ide-idenya ketika berdiskusi dengan kawan-kawannya maupun ketika menyampaikan pendapat kepada gurunya.

Seperti apa yang saya lihat ketika masuk di kelas 6, 5 dan di kelas 1. Disana saya melihahat, bahwasanya guru memberikan siswa waktu untuk berfikir dan berkomunikasi dengan kawan-kawannya dalam bentuk berdiskusi untuk kelas 5 dan kelas 6 dan siswa di suruh menyampaikan hasil diskusinya tersebut di depan kawan-kawannya yang lain. Sedangkan untuk kelas 1, komunikasinya itu dilatih dengan cara siswa itu memberikan pendapatnya mengenai suatu benda. Ini merupakan contoh komunikasi dari karakter abad ke-21 dari pengalaman yang saya lihat.

  • Collaboration (Kerjasama)

Pada karakter ini, peserta didik atau siswa menunjukkan kemampuan berkerjasama antara teman yang satu dengan teman yang lain di dalam suatu kelompok dan dalam sebuah kepemimpinan di dalam kelas atau kelompok kecil. Disini  mereka beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggung jawab.

Contohnya berasal dari apa yang saya lihat ketika berkunjung di salah satu Sekolah Kebangsaan yaitu: di dalam kelas 5 dan kelas 6. Disana guru membagi kelompok menjadi beberapa dan di masing-masing kelompok itu di berikan tanggung jawab dan siswa di suruh untuk memecahkan permasalahan tersebut secara berkelompok, kemudian salah satu dari anggota kelompok itu maju ke depan untuk mempertanggung jawabkan hasil diskusi dengan teman kelompoknya.

  • Critical Thinking dan Problem Solving (Berpikir kritis dan pemecahan masalah)

Pada karakter ini, peserta didik berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan rumit, dan memahami interkoneksi (Berhubungan) antara sistem. Disini peserta didik juga menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk berusaha menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dengan mandiri, peserta didik juga memiliki kemampuan untuk menyusun, mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan masalah. Hal ini seperti yang saya amati ketika berada di kelas, disana siswa diajarakan untuk bisa memecahkan masalahnya sendiri dan siswa juga di ajarkan mengkritisi suatu gambar atau apa yang mereka lihat seperti hidung, hidung itu untuk apa dan kenapa kita bisa ketahui baunya...?. Jadi, disini siswa mengkritisi seperti apa yang saya lihat, bahwa begitulah penerapannya.

  • Creativity and Inovation ( Daya Cipta dan Inovasi)

Pada karakter ini, peserta didik memiliki kemampuan untuk mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru yang lain, bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.

Seperti contoh yang saya lihat, siswa-siswa diajak oleh gurunya untuk menyampaikan gagasan baru mengenai sesuatu yang iya lihat dan disini juga memberikan siswa untuk berkarya dan karya-karya siswa itu di simpan oleh guru sebagai motivasi siswa untuk terus berkarya.

Jadi, karakter yang ingin dibentuk oleh pembelajaran abad ke 21 dari hasil pengamatan saya di Sekolah Kebangsaan Sri Pulai Perdana dan ilmu yang saya dapatkan di UTM (Universitas Teknologi Malaysia) untuk peserta didik yaitu komunikasi, kerjasama, berfikir kritis, pemecahan masalah, daya cipta dan inovasi.

Selain itu, adapun skills yang harus di miliki guru pada pembelajaran abad ke 21 ini yang disampaikan dalam International Class mangenai 21 st Century School oleh dosen UTM (Universitas Teknologi Malaysia) Dr. Hamimah Abu Naim yaitu:

  1. Seorang guru harus memiliki kemahiran education
  2. Emosi yang stabil
  3. IQ yang tinggi
  4. Tidak membawa masalah ke kelas.

Selain skill yang harus dimiliki yang di bahas, beliau juga mengatakan adapun metode pembelajaran yang diterapkan yang biasanya digunakan pada abad ke-21 yaitu:

  • Jigsaw

Langkah-langkahnya:

  1. Siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok dengan anggota maksimal 5 siswa tiap kelompok.
  2. Masing-masing siswa dalam setiap kelompok diberi bagian materi yang berlainan.
  3. Masing-masing siswa dalam kelompok diberi bagian materi yang ditugaskan.
  4. Anggota dari kelompok lain yang telah mempelajari sub bagian sama berkumpul dalam kelompok baru yang disini disebut sebagai kelompok ahli untuk mendiskusikan sub bab mereka.
  5. Setelah anggota di kelompok ahli selesai mendiskusikan sub bab bagian mereka, maka selanjutnya masing-masing anggota dari kelompok ahli kembali dalam kelompok asli dan secara bergantian mengajar teman dalam dua kelompok mengenai sub bab yang telah dikuasai sedangkan anggota lainnya mendengarkan penjelasan dengan seksama.
  6. Masing-masing kelompok ahli melakukan persentasi hasil diskusi yang dilakukan
  7. Evaluasi
  • Model round robin (Coverative learning strategis)

Langkah-langkahnya:

  1. Siswa dibagi kedalam beberapa kelompok terdiri dari 4-5 orang. Guru membagi siswa diluar jam pelajaran, agar saat pelajaran dimulai siswa sudah duduk berdasarkan kelompoknya masing-masing.
  2. Tiap anggota kelompok diberi nomor. Ini bertujuan untuk memudahkan guru dalam mengontrol siswa dalam pelaksanaan diskusi.
  3. Guru memberikan tugas dan pertanyaan pada siswa.
  4. Setiap siswa juga diberikan lebar jawaban untuk menjawab tugas yang diberikan.
  5. Siswa diberikan waktu berfikir dan bekerja dalam kelompok, sementara itu guru berkeliling membimbing siswa dari kelompok kekelompok yang lain.
  6. Setiap siswa dari setiap kelompok wajib memberikan jawaban dari masalah yang diberikan oleh guru. Disini setiap siswa bertanggung jawab atas jawaban yang mereka berikan.
  7. Setelah siswa selesai memberikan jawaban masing-masing, satu siswa mulai memperlihatkan jawaban pada anggota kelompoknya. Sedangkan teman yang lain mendengar dan memperhatikan dengan serius. Begitu seterusnya sampai semua anggota kelompok saling mengetahui jawaban satu sama lain.
  8. Guru menunjuk kelompok-kelompok tertentu untuk memberikan jawaban, sedangkan kelompok yang lain sebagai penanggap dan memberikan nilai
  • Think paire shere

Langkah-langkahnya:

  1. Think/berfikir: guru mengajukan suatu pertanyaan atau masalah yang dikaitkan dengan pelajaran dan meminta siswa menggunakan waktu beberapa menit untuk berfikir sendiri jawaban atau masalah.
  2. Paire/berpasangan: selanjutnya guru meminta siswa untuk berpasangan dan mendiskusikan apa yang telah mereka  peroleh. Interaksi selama waktu di sediakan dapatmenyatakan gagasan apabila suatu masalah khusus yang diidentifikasi, secara normal guru memberi waktu tidak lebih dari 4 atau 5 menit berpasangan.
  3. Berbagi/shering: pada langkah akhir guru meminta pasangan-pasangan untuk berbagi dengan keseluruhan kelas yang telah mereka bicarakan. Hal ini efektif untuk berkeliling ruangan dari pasangan ke pasangan dan melanjutkan sampai sekitar sebagian pasangan mendapatkan kesempatan untuk melaporkan.

Inilah pemahaman yang saya miliki dan dapatkat mengenai penembangan pembelajaran abad ke-21 yang di terapkan di Malaysia. Semoga bermanfaat...!!!

 

 

 

Share

Artikel Lainnya

Tentang Penulis

SITI NAWARUL UYUN

Komentar

Berita Populer

Artikel Populer

Nasihat TGB

Statistik Pengunjung

    1043114

    Pengunjung hari ini : 7
    Total pengunjung : 576440
    Hits hari ini : 446
    Total Hits : 1043114
    Pengunjung Online : 2