I

Artikel

Hikmah Nuzulul Quran

Sabtu
08:50:49 15 Juli 2017

 

Oleh: Tuan Guru Bajang (TGB), Dr. M. Zainul Majdi, M.A.



Bernuzul adalah bagian dari memuliakan apa yang pantas dimuliakan.
Memuliakan syiar- syiar Allah SWT, hal-hal yang mulia, yang di dalamnya ada kemuliaan bagi kehidupan kita, dunia maupun akhirat.

Yang paling utama tentu Alquran sebagai pedoman bagi kita, umat Islam.

Ada dua hal yang ingin saya sampaikan.
Pertama, kita memperingati Nuzulul Quran untuk menunjukkan kesyukuran kepada Allah SWT.
Kita tak hanya mensyukuri Alquran diturunkan kepada kita, umat manusia, tetapi yang lebih dari itu, bahwa kita mudah- mudahan lahir batin termasuk min ummatil quran.
Ini merupakan kesyukuran yang paling besar.
Min ummatil quranitu artinya menjadi bagian dari umat Alquran.
Menjadi bagian dari umat Alquran itu membuka pintu kebaikan yang tidak ada batasnya.

Sebab Alquran itu, sebagaimana kata Rasulullah SAW, adalah ibarat mata air.
Ia tidak pernah kering.
Siapa pun yang meminumnya akan hilang dahaganya.
Itu kesyukuran yang paling utama bahwa kita, Alhamdulillah adalah, min umatil quran.

Mudah-mudahan kesyukuran kita ini dapat terefleksikan dalam kehidupan.

Kalau kita bersyukur menjadi bagian dari ummatil quran, maka mari kita pastikan Alquran ini bisa menjadi cahaya yang menginspirasi kita.
Bisa menjadi pedoman dalam bersikap, berucap di dalam melakukan apa pun, Alquran menjadi pondasi, dasar.
Kalamullah menjadi penyemangat dan pendorong untuk kebaikan yang kita lakukan.

Kedua, Nuzulul Quran juga pengingat, sudahkah kita belajar untuk beralquran dengan baik.
Alquran di dalamnya adalah sumber untuk apa pun yang kita perlukan.

Dia menjadi rujukan, menjadi pemimpin, bagaimana memimpin dengan adil.

Prinsip Alquran mengajarkan kita bagaimana memimpin dengan adil.
Alquran juga menjadi petunjuk yang terbaik bagi para pendidik di dalam melaksanakan tugas dan fungsi pendidikan.
Di dalam Alquran Allah SWT menye butkan mendidik tidak hanya mengajar tetapi ada proses tazkiah atau membersihkan diri.
Mendidik juga masuk ke dalam hati, tidak hanya mengajar dua tambah dua sama dengan empat, tetapi juga menanamkan nilai yang baik bagi anak-anak.

Alquran juga menjadi pedoman berumah tangga bagaimana menjadi suami yang baik dengan cara-cara yang penuh kebaikan, juga bagi istri.
Jadilah istri yang salehah, yang baik, yang memelihara kehormatan keluarga dan suami.

Alquran sumber yang sangat aplikatif di dalam kehidupan kita.
Nuzulul Quran menjadi pengingat bagi kita berbangsa.
Kita berbangsa ini juga ada tuntunannya di dalam Alquran.
Di dalam kita hidup di dunia, dengan segenap keragaman yang ada, dengan kekayaan yang beragam dari sisi etnis suku agama, Allah SWT mengingatkan bahwa perbedaan di dunia itu tidak boleh menjadi sebab kita menjauh satu sama lain.

Namun, justru adalah lahan atau medium yang sangat subur untuk kita satu sama lain belajar hal-hal yang baik, saling mengisi, dan saling belajar.

Kita sebagai bangsa tidak boleh mencukupkan diri dengan apa yang ada di sini.
Kita harus belajar dari bangsa lain.

NTB yang sedang membangun, jangan sombong dan jangan gaya kita bisa membangun hanya dengan kemampuan kita sendiri.

Kita belajar dari provinsi-provinsi lain yang lebih maju, ada proses untuk bersama-sama kita saling belajar.
Jangan geng si kalau kita masih banyak keku rangan.
Merasa banyak kekurangan itu artinya adalah awal untuk proses mendapatkan yang lebih baik, proses untuk kita belajar, dan melakukan hal yang lebih baik di masa yang akan datang.


Kita belajar dari provinsi-provinsi lain yang lebih maju, ada proses untuk ber sama-sama kita saling belajar.
Jangan geng si kalau kita masih banyak kekurangan.

 

Sumber: Harian Republika

 

Share

Artikel Lainnya

Tentang Penulis

Suara NW

Akun Resmi Suara NW yang Dikelola oleh Admin.

Komentar

Berita Populer

Artikel Populer

Nasihat TGB

Statistik Pengunjung

    1043141

    Pengunjung hari ini : 7
    Total pengunjung : 576440
    Hits hari ini : 473
    Total Hits : 1043141
    Pengunjung Online : 1