I

Artikel

Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu

Senin
09:33:38 24 Juli 2017

Oleh: Taufiq Ismail

Ketika rumah-rumahmu diruntuhkan bulldozer dengan suara gemuruh menderu, serasa pasir dan batu bata dinding kamar tidurku bertebaran di pekaranganku, meneteskan peluh merah dan mengepulkan debu yang berdarah.

Ketika luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan apelmu dilipat-lipat sebesar saputangan, Tel Aviv dimasukkan dalam lemari kantor agrarian, serasa kebun kelapa dan pohon menggaku di kawasan khatulistiwa, yang dirampas meraka.

Ketika kiblat pertama mereka gerek dan keroki bagai kelakuan reptilian bawah tanah dan sepatu-sepatu serdadu menginjaki tumpuan kening kita semua, serasa runtuh lantai  papan surau tempat aku waktu kecil belajar tajwid Al-Qur’an 40 tahun silam, di bawahnya ada kolam ikan yang air gunungnya bening kebiru-biruan kini ditetesi air mataku.

Palestina, Bagaimana bisa aku melupakanmu

Ketika anak-anak kecil di Gaza belasan tahun bilangan umur mereka, menjawab laras baja dengan timpukan batu cuma, lalu dipatahi pergelangan tangan dan lengannya, siapakah yang tak menjerit serasa anakk-anak kami di Indonesia jua yang dizalimi mereka- tapi saksikan tulang muda mereka yang patah akan bertaut dan mengulurkan rantai amat panjangnya, pembelit leher lawan mereka, penyeret tubuh si zalim ke neraka.

Ketika kusimak  puisi-puisi Fadwa Tuqan, Samir Al-Qassem, Harun Hashim Rashid, Jabra Ibrahim Jabra, Nizar Qabbani dan seterusnya yang dibacakan di pusat kesenian Jakarta, jantung kami semua berdegub dua kali lebih gencar lalu tersayat oleh sembilu bambu deritamu, darah kami pun memancar ke atas lalu meneteskan guratan kaligrafi

‘Allahu Akbar’ dan ‘Bebaskan Palestina’

Ketika pabrik tak bernama 1000 ton sepekan memproduksi dusta, menebarkannya ke media cetak dan elektronika, mengoyaki tenda-tenda pengungsi di padang pasir belantara, membangkangi resolusi-resolusi majelis terhormat di dunia, membantai di Shabra dan Shatila,mengintai Yasser Arafat dan semua pejuang negeri anda, aku pun berseru pada khatib dan imam shalat Jum’at sedunia doakan kolektif dengan kuat seluruh dan setiap pejuang yang menapak jalanNya, yang ditembaki dan kini dalam penjara, lalu dengan kukuh kita bacalah.

‘laquwwata illa Bi-Llahi’

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu

Tanahku jauh, bila diukur kilometer, beribu-ribu

Tapi azan Masjidil Aqsha yang merdu

Serasa terdengar di telingku

1989

Sumber Foto:

http://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/palestina-_141211113906-485.jpg

Share

Artikel Lainnya

Tentang Penulis

Suara NW

Akun Resmi Suara NW yang Dikelola oleh Admin.

Komentar

Berita Populer

Artikel Populer

Nasihat TGB

Statistik Pengunjung

    1040979

    Pengunjung hari ini : 6
    Total pengunjung : 576380
    Hits hari ini : 1339
    Total Hits : 1040979
    Pengunjung Online : 1