I

Artikel

#KerjaGerakCepat: 15 "Garama Yang Mahal Atau Kita Yang Bodoh

Sabtu
06:19:55 05 Agustus 2017

#KerjaGerakCepat: 15
GARAM YANG MAHAL ATAU KITA YANG BODOH?

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Di Afrika orang menggali garam dari bawah padang pasir karena dulunya daerah itu bekas lautan yang menyembul lalu dangkal dan mengering. Tersisasalah endapan garam berlapis-lapis, bermeter-meter di bawah pasir.

Di Erofa, garam justru dipanen dari bebukitan karena dulunya bukit itu pernah menjadi dasar lautan. Asia sebagai daratan baru tidak memiliki tempat semacam itu tetapi kita bisa mengambil pelajaran dengan membuat garam dari proses pengeringan air laut. Ya ya sesederhana itu-lah.

Tidak lain menurut saya, bahwa yang membuat kita blingsatan dengan harga garam adalah karena kita "tidak tahu" sebenarnya membuat garam itu begitu mudahnya. Karena mudah itulah sehingga harga Rp. 65,000.- / kg itu terasa sangat mahal, padahal sekilo itu tidak habis untuk keperluan rumahan selama 4 bulan.

Jadi, harga garam menjadi problem kalau kita berbisnis garam atau menekuni bisnis yang memerlukan bahan baku garam yang banyak, segera dan kontinu. Kalau sekedar untuk dipakai seharian ya tinggal ambil air laut satu atau dua galon dengan sepeda motor lalu letakkan di sebuak nampan atau baki terbuka dan biarkan airnya menguap sendiri. Dalam 4 atau lia hari tinggal panen saja garamnya.

Kalau kurang sabar, bisa juga dimasukkan dikuali dan masak sampai airnya habis, maka yang tertinggal adalah garam. Hati-hati jangan sampai gosong ya?

Kalau anak-anak muda mau kreatif, bisa memesan air laut dengan truk tangki lalu keringkan saja di halaman rumah atau dimasak jika ada bahan bakar murah. Bapak ibu guru seharusnya mengajarkan anak-anak kita membuat garam agar mereka kreatif dan melihat air laut itu sekedar debur ombaknya tetapi sebagai garam berbentuk cair yang setiap saat bisa DI ....? UANGKAN.

***Katanya mau uang. Dong ayo ...!

Saya tidak menganjurkan semua orang melakukan hal ini, nanti para petani garam bisa kehilangan kesempatan kerja. itung-itung kita kasi kejutan harga-bagus untuk mereka, sekali-sekali bagus juga saya kira.

TETAPI UNTUK SAMPAI MENGIMPOR GARAM BAGI SAYA ADALAH KEBODOHAN YANG NYATA. Atau kemalasan yang keterlaluan. Merdeka...!

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

 

Share

Artikel Lainnya

Tentang Penulis

Hasanain Juaini

Ketua Ponpes Nurul Haramain, Narmada, Lombok Barat, NTB.

Komentar

Berita Populer

Artikel Populer

Nasihat TGB

Statistik Pengunjung

    1043109

    Pengunjung hari ini : 7
    Total pengunjung : 576440
    Hits hari ini : 441
    Total Hits : 1043109
    Pengunjung Online : 2