I

Artikel

#KerjaGerakCepat: 16 "Luas Pondok Pesantren Minimal 1 Hektar

Sabtu
06:26:40 05 Agustus 2017

#KerjaGerakCepat: 16
LUAS PONDOK PESANTREN MINIMAL 1 HEKTAR

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Tahun 1998, saat hangat2nya geliat menuju Reformasi, kami Bersama SOMASI NTB (Bung Adhaar HakimGatot Sulistoni Dkk dan APPGAK (Hasanain Juaini, TGH. Syamsul Hadi) mengadvokasi hak-hak Pondok Pesantren.

Ada 327 Ponpes di NTB kala itu, rata-rata mengasuh 150 santri. Kalau mau di total secara kasar ada sekitar 49,000 orang murid.

Semua jalur yang mungkin ditempuh sekedar untuk menjelaskan bahwa Allah SWT telah menitipkan POTENSI yang tiada terkira dalam diri setiap santri / anak bangsa ini, sebagai modal awal untuk menghasilkan anak Bangsa yang tangguh, membanggakan dan memberikan manfaat.

Dikotomi Negeri swasta, saat itu terasa sangat kental, seakan Ponpes dengan segala isinya adalah "bagian lain" dari bangsa ini.

Pernah suatu saat kami sampai pada sebuah kesimpulan bahwa, jika Pondok Pesantren memang tidak mampu memberikan layanan dengan baik, maka kita buat saja pernyataan resmi untuk Pemerintah bahwa untuk tahun periode 1999 - 2000 semua Ponpes istirahat dan tidak menerima murid baru. BLAAAAAAR

Banyak pihak menyadari bahwa untuk menjamin WAJAR (wajib belajar) 9 tahun saat itu 327 Ponpes itu adalah Katub penyelamat pendidikan di NTB ini, maka Pemerintah adalah sedikit dua dikit insentif.

Kami bersyukur tetapi ... ya tetapi tuntutan masyarakat bukannya semakin mengendur, malah sebaliknya. Itu artinya BANTUAN YANG MUTLAK DIPERLUKAN ADALAH LENGKAPNYA INPRA STRUKTUR PONPES dan yang paling mendasar adalah luas areal Pondok Pesantren, yang faktanya sampai sekarang lebih banyak "SEKEDARNYA".

Firman Allah SWT.:
{آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا [النساء : 11]}
Kalian tidak tahu, mana-mana diantara Bapak-bapak dan anak-anakmu yang akan memberikan manfaat yang besar bagi kalian. [QS. Annisa': 11]

Anak yang mana yang menyimpan bakat jadi Ulama?, Teknokrat, penemu, pahlawan berbagai bidang. Semua kemungkinan itu tersimpan dalam potensi yang telah dititipkan Allah kepada para murid itu. Tanggung jawab untuk menggalinya ada pada kita, terutama Pemerintah.
-----------------------------

Juma'at lalu saya berkunjung ke sebuah madrasah di pinggir pantai, Bakong,Lembar, Lombok Barat. Bayangkan saja di sana ada Taman Kanak, ada Ibtidaiyyah, MTs dan Mad. Aliyyah. sementara lahannya hanya 12 are. Saya tanya para pengurus:

Di mana anak-anak main bola? = Tidak ada!
Di mana anak-anak main selodor? Tidak ada!
Di mana anak-anak latihan Pramuka? Tidak ada!
Adakah marching-band mereka? Tidak ada!
Mana kendaraan untuk Study tour? Tidak ada!
Mana Layar dan mesin LCD untuk tempat mengenalkan materi-materi video yang sangat perlu? Tidak ada!

Subhanallah! Serba tidak ada. Akan seperti apa jawaban kita kelak ketika ditanya:

"Sudah AKU berikan multi talenta untuk anak-anak kalian. mengapa tidak kalian ekploitasi?"

"Kami tidak mampu ya Allah"

Jdaaaaaaar...!

Bukan! kalian hanya tidak berusaha keras!

==============
Saya pernah usulkan kepada Para Dirut Bank se NTB yang ikut Majlis Taklim (Mereka memang punya majlis taklim yang bergiliran setiap bulan). Begini:

Kalau Bapak-ibu Dirut mau berbuat baik kepada Pondok2 pesantren itu, Belilah lahan SATU HEKTAR di samping pesantren itu. Sertifikatkan atas nama Bank Bapak-ibu. tetapi berikan kepada Pesantren itu mencicilnya selama 20 tahun (Kalau HGU Pemerintah bisa kasi 30 tahun, kok). Dengan hasil tanah itu + Sedikit hasil sisihan ponpes + bantuan jamaah bahkan Pemerintah Daerah juga seharusnya MEMBANTU MENJAMIN DAN MENCICIL, In sha Allah mereka akan memiliki lahan yang memadai.

Para Dirut itu menjawab: Mari kita rumuskan bersama bentuk bantuan yang bisa kita berikan. OK dan bisa-bisa saja.

Nah, masalahnya saya yang menganjurkan hanyalah seorang Penceramah, tidak memiliki daya lebih dari itu.

Tunggu-tunggu punya tunggu ya inilah kenyataannya, seperti Madrasah di tepi pantai itu. Sampai sekarang masih KISMIN (kata anak2 GAUL) Pantaskah kita minta kejayaan?

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
#LobarMajuBerkah

 

Share

Artikel Lainnya

Tentang Penulis

Hasanain Juaini

Ketua Ponpes Nurul Haramain, Narmada, Lombok Barat, NTB.

Komentar

Berita Populer

Artikel Populer

Nasihat TGB

Statistik Pengunjung

    1094780

    Pengunjung hari ini : 21
    Total pengunjung : 577861
    Hits hari ini : 592
    Total Hits : 1094780
    Pengunjung Online : 1