I

Berita

Gebyar Spirit 72 Tahun Kemerdekaan: Berdoa Sucikan Sukma, Berfutsal Mengolah raga, dan merekahkan ci

Senin
14:18:59 21 Agustus 2017

 

Gebyar acara memeriahkan bulan kemerdekaan Republik Indonesia oleh HIMMAH NW Cabang Jakarta berlangsung terpusat di Sekretariat Majlis Hubbul Wathan, Gandul, Cinere, Depok, Ahad (20/08).

Berbagai acara terselenggara dengan baik. Dimulai dengan berdoa di pagi hari, kader HIMMAH NW Jakarta diajak menautkan harapan pada Ilahi dan mensucikan sukma. Lantunan hizib seakan menarik malaikat untuk turun, bersalam kepada para pendendang kata-kata (doa) nan indah.

Bermain Sendok Kelereng dan Tarik Tambang

"Kalau berbicara egoisitas, maka pantaskan NW disebut egois, dalam doanya saja (hizib) 3 kali mendoakan umat Nabi Muhammad Saw, baru menitipkan doa untuk NW" Ucap, Ustadz Hasan Asy'ari membuka bincang singkat usai pembacaan hizib Nahdlatul Wathan.

Bincang singkat itu menarik perhatian, pasalnya dijelaskan bagaimana seharusnya pandangan terhadap Hizib NW. Salah satunya terkait Hizib NW untuk semua, karena berhizib berarti mendokan seluruh manusia bukan banya orang NW saja.

Acara lalu bergeser menuju lomba dari para himmawati. Balap kelereng, tarik tambang, permainan sederhana yang memperlebar senyum dan mengundang tawa, dimainkan seceria mereka.

Usai lomba, para himmawan dan himmawati kembali berbincang. Kali ini membicarakan Imam Abu Hasan al- Asy'ari, yang intinya, apa yang menjadi pegangan kita dalam berteologi sudah diformulasikan dengan baik. kritikan-kritikan yang muncul belakangan terhadap Imam Abu Hasan al- Asy'ari adalah kritikan yang cacat, karena hanya didasari pengetahuan secuil, yang dibaca dari 8 kitab. Padahal, karangan Imam  Abu Hasan  al- Asy'ari ada dua ratus kitab lebih. Buktinya juga, banyak imam-imam besar malah memilih mengikuti Imam Abu Hasan al- Asy'ari, seperti al-Baqilani, Ibn Arabi, Suhrawardi, dan banyak yang lainnya. 


Dibicarakan juga bagaimana gaya komunikasi Maulana Syaikh terhadap para muridnya, yang memunculkan banyak pendapat dari para himmawan dan himmawati. Ada yang menyebut cara maulana syaikh memanggil muridnya adalah bentuk metode dalam pengajaran. Ada yang beranggapan itu bentuk tingginya adab dan kelembutan Maulana syaikh.

Bincang-bincang selesai, barulah lomba futsal dimulaikan. Ada 6 buah tim yang dikomposisikan Senior, cabang, dan komisariat, berusaha menunjukkan permainan berkelas. Bersistemkan liga, 6 tim saling serang untuk berburu poin. Serangan demi serangan terus dilancarkan, gaya ciamik dari pemain ditonjolkan. Walhasil hanya tim terbaik dan gol terbanyak yang berhasil membawa pulang hadiah, adalah Tim bernama Maulana dan Nazri sebagai top skor.


Share

Berita Lainnya

Tentang Penulis

Salim Rahmatullah

Komentar

Berita Populer

Artikel Populer

Nasihat TGB

Statistik Pengunjung

    1041032

    Pengunjung hari ini : 6
    Total pengunjung : 576380
    Hits hari ini : 1392
    Total Hits : 1041032
    Pengunjung Online : 1