I

Artikel

Seribu Bunga; Wujud Syukur dan Syiar “Sang Maulana” Sebagai Pahlawan Nasional

Sabtu
06:30:32 11 November 2017

Sesungguhnya semulia-mulia kamu disisiku

ialah yang paling banyak memberikan kebermanfaatan

untuk perjuangan Nahdlatul Wathan, 

dan sejahat-jahat kamu disisiku

ialah yang paling banyak merugikan

perjuangan Nahdlatul Wathan.

(Wasiat Maulana)

 

Pokoknya "NW"!

Pokok NW "Iman dan Taqwa"!

 

Ribuan syukur terpanjatkan dibumi NTB, tepatnya pada tanggal 9 November 2017 lalu, salah seorang ulama’ karismatik asal Lombok akhirnya resmi diputuskan sebagai Pahlawan Nasional oleh presiden Republik Indonesia. Zulkarnain, 2017 menyatakan dalam artikelnya bahwa penyerahan anugrah gelar pahlawan nasional ini diberikan langsung oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo kepada ahli waris Maulanasyaikh di Istana Negara Jakarta siang sekitar pukul 11.00 WIB. Ahli waris Maulanasyaikh yang menerima gelar pahlawan nasional itu adalah kedua putri beliau: hj. Sitti Rauhun dan hj. Sitti Raihanun. Dengan demikian, resmi sudah NTB memiliki tokoh pahlawan nasional.

 

Menyebar Bunga; Wujud Syukur dan Syiar HIMMAH NW Cabang Mataram

Setelah agenda hiziban akbar yang diselenggarakan di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center NTB malam jum'at kemarin, dihadiri oleh ribuan jamaah dari penjuru Lombok. Esok harinya, Juma'at 10 November dilanjutkan dengan agenda berbagi seribu bunga untuk Maulana.

"Kita harus menyebar seribu bunga" tegas Ketua Cabang HIMMAH NW Matararam, kanda Turmuzi, S.Pt kepada rekan-rekan HIMMAH komisariat UNRAM dan UIN. Pembuatan bunga pun dimulai sejak hari selasa, 7 November 2017 yang bertempat di TGB Center dan Sekretariat HIMMAH NW Cabang Mataram, yang memang khusus akan dibagikan saat hari pahlawan, sebagai bentuk syukur atas penganugerahan Maulana Syaikh sebagai Pahlawan Nasional. Tak tanggung-tanggung, seribu bunga disebar di kawasan Islamic Center NTB yang dilanjutkan di kampus UIN dan UNRAM. 

Terasa megah dalam kesederhanaan. Elegan. Itulah kesan yang ingin saya sampaikan. Bagaimana tidak, dalam hal sekecil apapun, Islam memang mengajarkan kita untuk berbagi, setidaknya berbagi senyum pun termsuk ibadah. Istilah megah digunakan sebagai simbol kebahagiaan yang terbingkai dalam senyum-senyum indah kesyukuran berbalut kesederhanaan. Tidak hanya itu, esensi sebenarnya ialah saat mampu memetik banyak ibrah dari serangkaian kegiatan ini. Mulai dari misi syiar hingga digunakan sebagai wadah perekat kekompakan dan pemersatu antar kader.

Setelah prosesi bagi bunga usai, saya sangat ingin mengetahui respon dari si penerima bunga hingga sayapun melakukan sebuah penyamaran. Dan al hasil, alhamdulillah mereka merasa senang mendapatkan bunga gratis. 

"Disana ada kajiannya" ungkap salah seorang mahasiswa baru, Indri ketika saya ikut bergabung bersama mereka. 

Tampak ada hal baru yang dapat diamati, pola syiar yang berbeda. Bagaimana menyebar luaskan kader NW, bagaimana membuat mereka bertahan dalam wadah yang penuh kebermanfaatan ini. Dan alhamdulillah, ternyata melalui rangkaian bunga, terbesit pesan syiar yang menunjukkan bahwa pendekatan awal itu perlu, untuk memperkenalkan NW terutama pada mereka yang masih awam dan mencari jati diri. Memperkenalkan sebuah wadah pengembangan diri, lantas merekrut banyak kader yang berkiprah bagi perjuangan NW, saya rasa bisa kita lakukan sebagai bentuk dari perjuangan dalam pelebaran sayap NW, wa bil khusus di dunia kampus, dunianya mahasiswa yang penuh dengan ide- ide gila yang kreatif. 

Sehingga pesan moralnya ialah teruslah berbuat baik, bahkan ketika kita merasa apa yang kita perbuat begiitu sederhana. Karena kita tidak pernah tahu seberharga dan semewah apa sesuatu yang pernah kita berikan, di mata mereka.

Lantas ketika bunga menjadi simbol kebanggaan, kebaikan dalam konteks ini, sudah selayaknya kita mampu untuk terus berusaha menebar kebaikan di setiap langah. Ibarat bunga yang kan tumbuh disetiap jengkal tanah yang pernah kita pijaki. Disanalah tercium bau harum, semerbak yang akan mengingatkan bahwa setidaknya kita pernah berjuang di pijakan itu.

Berjuang untuk guru dan organisasi kita tercinta.

 

 

Salam semangat, teruntuk para pemegang erat "Profesional Moralis"

Wallahul muwaffiqu wal hadi ila sabilir rasyad, tsummassalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh. 

Share

Artikel Lainnya

Tentang Penulis

Inayah Laeuchtenden

Komentar

Berita Populer

Artikel Populer

Nasihat TGB

Statistik Pengunjung

    1391872

    Total pengunjung : 619.299
    Hits hari ini : 900
    Total Hits : 1.391.872