I

Artikel

HIMMAH NW Cabang Jakarta dalam Bingkai SWOT

Rabu
15:38:04 15 November 2017

                                                                        Oleh:Salim Rahmatullah

                                             Ketua III Bidang Data dan Informasi HIMMAH NW Cabang Jakarta

Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan adalah satu dari berbagai himpunan mahasiswa di tanah air, yang lahir pada tahun 1966, beberapa tahun setelah berdirinya himpunan dan kelompok mahasiswa Islam lainnya di Indonesia. HIMMAH NW secara tegas memproklamirkan diri sesuai namanya , Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan, artinya himpunan mahasiswa yang bernaung dalam Organisasi Keislaman dan Kebangsaan Nahdlatul Wathan, yang didirikan oleh Tuan Guru Kyai Haji, Muhammad Zainuddin Abdul Majid, Ulama kharismatik asal Lombok Nusa Tenggara Barat. Berbeda dengan himpunan atau kelompok mahasiswa seperti HMI dan PMII yang mengusung diri sebagai himpunan ataupun kelompok mahasiswa Islam secara general, tapi toh tetap memiliki kedekatan emosional dengan Ormas Islam Nahdlatul Ulama, misalnya untuk PMII.


Tidak dipungkiri, basis terbesar NW masih berada di Nusa Tenggara Barat, begitu juga dengan HIMMAH NW. Namun, hari ini HIMMAH NW yang mengusung Nasionalisme Religius terus mengepakkan sayap, mengajak berbagai pihak untuk bergabung dalam Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan. Pergerakan ini terus dilakukan oleh anak-anak Nahdlatul Wathan yang menuntut ilmu di luar Lombok. Faktanya bisa kita lihat, berdirinya berbagai cabang di beberapa titik tanah Jawa menunjukkan pergerakan itu berjalan. Mulai dari Ibukota, ada HIMMAH NW Cabang Jakarta, kota pendidikan, Yogyakarta, ada HIMMAH NW Cabang Yogyakarta, dan di kota yang memiliki Khas oleh-oleh Strudel Malang, ada HIMMAH NW Cabang Malang. Cabang- cabang di berbagai wilayah di Indonesia akan terus diperbanyak, menyusul Surabaya, Bali, Sumatera, dan daerah-daerah lainnya di Indonesia.


Berbicara pergerakan HIMMAH NW, maka tidak bisa dilepaskan dari evaluasi dan konsistensi dalam berfikir, dan merenungi bagaimana dinamisasi pergerakan. Kendala-kendala dan hambatan ataupun kemudahan yang ditemukan dalam pergerakan menjadi loncatan-loncatan pergerakan. Karena itu mengukur diri, mengevaluasi diri, harus terus dilakukan. atas dasar itu, HIMMAH NW Cabang Jakarta secara khusus berusaha mengevaluasi diri dan mengembangkan berbagai cara untuk mempopulerkan Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan. Semuanya akan dikaji menggunakan analisis SWOT.


Analisis SWOT bisa jadi bukanlah barang baru atau teori baru dalam dunia intelektual. Namun, penting untuk memberikan gambaran terkait teori ini. SWOT merupakan singkatan dari strength dan weakness untuk dimensi internal dan opportunities dan threats untuk dimensi eksternal. SWOT melakukan komparasi terhadap faktor eksternal dan internal (Rangkuti, 2006, 19). Ini artinya Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan Cabang Jakarta akan dianalisis dari sisi Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan) , Opportunities (kesempatan) , dan Threats (ancaman).


Himpunan mahasiswa Nahdlatul Wathan Cabang Jakarta, jika dilihat dari sisi kekuatan (Strength), maka akan ditemukan beberapa kekuatan dari HIMMAH NW Cabang Jakarta. Pertama, HIMMAH NW Cabang Jakarta memiliki kader multietnis, tidak hanya mahasiswa-mahasiwa yang berasal dari Lombok tetapi juga beberapa daerah yang ada di Indonesia, seperti Padang, NTT, Maluku, dan Papua. Kader multi etnis ini hanya ada di HIMMAH NW Cabang Jakarta, meski persebaran mahaiswa di daerah- daerah seperti Yogya dan Malang juga tidak kalah. Tetapi, cabang- cabang HIMMAH NW di kota tersebut belum memiliki kader yang berasal dari luar daerah Lombok. Kader multi etnis ini bisa menjadi kesempatan yang bagus untuk HIMMAH NW Cabang Jakarta. HIMMAH NW Cabang Jakarta bisa melakukan pendewasaan dalam berhimmah, dimana HIMMAH NW lekat sekali dengan orang-orang Lombok, maka dengan adanya kader multi etnis, anggapan ataupun stereotype primordial seperti itu bisa dihapuskan oleh HIMMAH NW Cabang Jakarta. Kader multi etnis ini juga bisa mempercepat penyebaran HIMMAH NW Cabang Jakarta, disebabkan mereka terus mengabarkan kepada kerabat dan kawan sejawat mereka yang lain, terkait Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan.


Kemudian, kedua, yang menjadi kekuatan HIMMAH NW Cabang Jakarta adalah kemampuan cabang ini untuk memproduksi buku terkait NW telah membuat HIMMAH NW Cabang Jakarta dipercaya untuk melakukan produksi-produksi tulisan atau pun hal lain yang bersifat intelektual. Kepercayaan dari Pengurus Besar Nahdlatul Wathan adalah kekuatan yang dimiliki HIMMAH NW Cabang Jakarta untuk melakukan pengembangan organisasi. Kalau melihat beberapa bulan silam, HIMMAH NW Cabang Jakarta berhasil membuat buku NW Studies yang dipersembahkan untuk hadiah HULTAH. Lalu, HIMMAH NW Cabang Jakarta berhasil menyusun buku pengkaderan untuk HIMMAH NW. Keberhasilan yang mendatangkan kepercayaan ini harus terus dipupuk dengan melakukan penulisan dan mewariskannya kepada generasi-generasi selanjutnya dari HIMMAH NW Cabang Jakarta.


Selanjutnya, terkait dengan weaknesses (kelemahan). Kelemahan yang dimiliki oleh HIMMAH NW Cabang Jakarta adalah terkait managerial waktu dari kader. Dunia kampus sebagian besar himmawan dan himmawati sudah padat, ditambah dengan keaktifan mengikuti organisasi kampus, serta ternanung dalam Asrama Kampus, menyebabkan banyak kader sulit mengatur waktu mereka. sehingga, sering terjadi ketidaktotalan dalam pergerakan karena terbentur kampus, organisasi lain, serta kekangan asrama.


Hal lain adalah terkait keuangan, himmawan dan himmawati sebagain besar adalah mahasiswa yang tidak bekerja, sehingga keuangan mereka tipis, yang mempengaruhi dinamisasi pergerakan mereka di Ibukota. karena menurut pengalaman, transportasi para himmawan dan himmawati menjadi sektor pengeluaran terbesar untuk berjalannya program.


Kelemahan yang lain adalah kurangnya motivasi atau semangat perjuangan, disebabkan apa yang ditawarkan HIMMAH NW tidak semegah tawaran yang diberikan organisasi mahasiswa lainnya. Seperti luasnyanya jaringan dan banyaknya senior. Sementara HIMMAH NW belum terlalu banyak memiliki senior terutama yang duduk di pemerintahan, sehingga jaringan- jaringan di HIMMAH NW sangat sedikit, bahkan masih berkisar pada tempat lahirnya HIMMAH NW yaitu di Nusa Tenggara Barat. Hal ini menyebabkan para pengurus merasa pergerakan mereka tidak terlalu menguntungkan, sehingga tidak totalitas dalam menjalankan program- program yang telah dicanangkan HIMMAH NW Cabang Jakarta.


Tidak adanya senior juga sisi kelemahan yang perlu diperhatikan oleh HIMMAH NW. Hebatnya, organisasi- organisasi lainnya saat ini tidak lain karena ada peran senior yang memberikan dukungan dan jaringan. Minimal, adanya senior yang duduk dalam pemerintahan, bisa menjadi faktor ketertarikan mahasiswa untuk masuk dalam organisasi.


Jika kita beralih kepada kesempatan atau opportunities dari HIMMAH NW Cabang Jakarta, maka HIMMAH NW Cabang Jakarta memiliki kesempatan yang baik. Kesempatan dan peluang dilihat dari sisi geografis, Himpunan Mahsiswa Nahdlatul Wathan Cabang Jakarta berada di pusat pemerintahan negara, ini merupakan letak geografis- strategis yang sangat menguntungkan. Keuntungannya adalah HIMMAH NW cabang Jakarta dekat dengan pemerintahan dan berbagai lembaga-lembaga yang bisa membantu terealisasinya program-program HIMMAH NW Cabang Jakarta. kalaupun tidak dengan lembaga pemerintah, banyak juga lembaga-lembaga kemahasiswaan, kemanusiaan yang berpusat di Jakarta bisa diajak bekerja sama. Jelasnya ada banyak relasi yang bisa dibangun.


Kedekatan dengan pemerintahan tentu dekat dengan para pejabat pemerintahan pula. Para pejabat ini bisa menjadi jalur masuk HIMMAH NW Cabang Jakarta kepada pemerintahan, dan mengetahui secara pasti masalah-masalah pemerintah yang perlu diberikan solusi. Himpunan Mahasiwa Nahdlatul Wathan Cabang Jakarta juga bisa mengikuti perkembangan pemerintahan secara langsung, artinya merasakan geliat pemerintahan di Ibukota tidak hanya lewat jalur virtual (maya), tetapi secara fisik bersentuhan juga dengan kejadian-kejadiannya di Ibukota. hal ini lebih bisa memberikan sensitivitas terhadap para kader HIMMAH NW Cabang Jakarta.


Satu hal lagi yang menguntungkan HIMMAH NW Cabang Jakarta adalah, keterpusatan media nasional, atau keberpihakan media nasional terhadap berbagai hal yang terjadi di Ibukota. fakta menunjukkan bahwa Jakarta tidak pernah luput dari pemberitaan media setiap harinya. Ini bisa dimanfaatkan HIMMAH NW Cabang Jakarta sebagai sarana cepat menyebarkan NW dan HIMMAH NW ke tanah air. Program-program HIMMAH NW Cabang Jakarta jika dieksekusi dengan menggandeng media nasional bisa membuat ia tersebar ke seluruh Indonesia.


Kemudian, apa yang menjadi kelemahan dari HIMMAH NW bisa dijadikan sebagai kesempatan yang berharga. Keadaan finansial yang sedikit, ketiadaan senior dan jaringan, harus dijadikan sebagai kesempatan untuk bekreatifitas dan berkespresi lebih. Karena HIMMAH NW tidak mendapat tekanan dari senior, ia bisa mengkonstruksi HIMMAH NW ini ke depan seperti apa tanpa intervensi pihak manapun. Kalau pun berbicara senior, bisa dibayangkan bagaimana dulu organisasi- organisasi mahasiswa lainnya juga tidak memiliki senior, nah, ada proses panjang yang harus dilalui untuk sampai seperti organisasi mahasiwa lainnya. Beberapa contoh kegiatan dilakukan yang menunjukkan kreatifitas HIMMAH NW, seperti Pawai Budaya dari Stasiun Sudirman sampai Bundaran Hotel Indonesia, bentuk protes atas tindakan rasis, bukan dengan berdemo, tapi pawai untuk meningatkan bahwa Indonesia itu penuh dengan keanekaragama suku, ras, dan budaya.


Sementara kalau dilihat dari sisi ancaman yang akan menimpa HIMMAH NW Cabang Jakarta, adalah terkait dengan kader multietnis juga. Ancaman disintegrasi kader, disebabkan hal- hal rasial dan sebagainya. Karena itu HIMMAH NW Cabang Jakarta perlu terus menekankan persatuan dan kesatuan antara para kader. Apalagi isu budaya, etnosentrisme, masih sangat seksi digunakan dalam propaganda.


Kemudian, hal yang mengancam adalah keorganisasian ganda pengurus HIMMAH NW Cabang Jakarta. Dwi-keorganisasian ini tidak akan memberikan perkembangan terhadap HIMMAH NW Cabang Jakarta, malah akan memperlambat laju pergerakan, karena ketidakfokusan pengurus. Muncul juga kader- kader ampibi, kader yang semangat juangnya ampibi, akibat kepengurusan yang ampibi. (3L/SuaraNW)

 

Share

Artikel Lainnya

Tentang Penulis

Salim Rahmatullah

Komentar

Berita Populer

Artikel Populer

Nasihat TGB

Statistik Pengunjung

    1391062

    Total pengunjung : 619.052
    Hits hari ini : 90
    Total Hits : 1.391.062