I

Artikel

TGB: Belia Dalam Usia Itu Bukan Berarti Ketidakmampuan

Jumat
20:56:52 24 November 2017

 

Pada saat saya pertama kali dipilih oleh masyarakat NTB sebagai gubernur, banyak yang underestimate. Karena saya adalah produk dari pemilihan langsung yang pertama pada waktu itu. Saingan saya waktu itu adalah Gubernur incumbent, mantan sekda, dan pejabat di kementerian pendidikan. Sedangkan saya adalah santri, lulusan dari perguruan tinggi agama.


Akan tetapi, guru-guru saya ketika berada di pesantren, ketika berada di al Azhar mengajarkan bahwa faidza ‘azamta fatawakkal ‘ala Allah: apabila sudah punya suatu cita-cita yang baik. Sudah ada azam atau suatu komitmen personal yang Anda bangun, kemudian anda sebarkan komitmen itu kepada sebanyak orang yang ada di sekitar anda. Bangun jaringan kebaikan, maka setelah itu tawakkal kepada Allah. Alhamdulillah begitu pemilihan, Allah takdirkan saya mendapatkan suara terbanyak. Menjadi gubernur ntb pada tahun 2008 dalam usia 36 tahun. Maka kemudian saya diberikan rekor muri sebagai gubernur termuda di Indonesia pada waktu itu.
Inilah kisah Gubernur NTB TGB. Dr. KH. M. Zainul Majdi yang ia ceritakan saat mengisi kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa/mahasiswi kampus IAIN Pontianak, Sabtu, 18 November 2017.


Apabila kita melihat sejarah sahabat-sahabat yang menemani Rasul SAW, lanjut Gubernur Penghafal al Qur’an ini, banyak di antara mereka yang usianya masih muda namun telah diberikan kepercayaan untuk memegang jabatan vital dan strategis.


“Zaid bin Tsabit misalnya. Ia diangkat menjadi penulis wahyu atau sekarang disebut sebagai menteri sekretaris negera. Tugas utamanya adalah menulis wahyu. Mendokumentasikan dokumen yang paling penting dalam peradaban islam yaitu al Qur’an. Usia Zaid bin Tsabit pada saat diberikan kepercayaan itu masih sangat muda. Sebagian riwayat mengatakan 12 tahun dan sebagian riwayat lainnya mengatakan 13 tahun,” papar gubernur berprestasi ini.


“Rasul SAW melihat bahwa kebeliaan itu bukan berarti ketidakmampuan. Kemudaan itu bukan berarti kekurangan. Tetapi justru pada diri pemuda ada potensi yang luar biasa”. Papar cucu dari pahlawan nasional pertama dari NTB ini dengan penuh oftimis.


Para ulama’ kita yang mentransmisikan ilmu dari generasi ke generasi, lanjutnya, itu juga banyak yang usianya masih sangat muda. Sehingga apa yang diterima oleh rasul, dijelaskan kepada sahabatnya, itu bisa sampai kepada kita dalam bentuk yang relatif paling otentik dibanding semua keilmuan yang ada di dunia ini: itu yang ada di dalam ilmu hadits.


“Pelaku transmisi ilmu pengetahuan di dalam Islam itu adalah anak muda. Pelaku yang menjaga, mengawal islam baik secara fisik di dalam medan-medan tempur dari masa ke masa itu adalah anak-anak muda. Maka, kepada seluruh pemuda supaya bisa menghargai dirinya. Yakinlah bahwa anda memiliki potensi yang luar biasa yang diberikan oleh Allah SWT,” tegasnya.


Saya sering heran, lanjutnya, kok bisa anak-anak muda itu di identikkan dengan hal-hal yang tidak baik. Seakan-akan anak muda itu biang kerok dari segala hal yang tidak baik. Seakan-akan anak muda itu segmen masyarakat yang sering membuat masalah. Padahal, di dalam Islam, konsep anak muda itu melekat atau identik dengan segala macam yang baik. “Maka tugas dari anak muda adalah meluruskan anggapan tersebut di tengah masyarakat dengan jalan banyak berkontribusi yang baik sebagaimana para sahabat, tokoh-tokoh Islam, dan para ulama’ terdahulu,” tegasnya. (MZ Suara NW)

Share

Artikel Lainnya

Tentang Penulis

Suara NW

Akun Resmi Suara NW yang Dikelola oleh Admin.

Komentar

Berita Populer

Artikel Populer

Nasihat TGB

Statistik Pengunjung

    1391015

    Total pengunjung : 619.035
    Hits hari ini : 43
    Total Hits : 1.391.015