I

Artikel

Sekolah Perjumpaan dan Nilai Independensi HIMMAH NW Cabang Jakarta

Rabu
15:02:17 24 Januari 2018

                                                            

 

Oleh: Muhammad Saleh Yahya Himni

Kabid I Pengakaderan dan Organisasi HIMMAH NW Cabang Jakarta

Sekolah Perjumpaan Himmah NW  Cabang Jakarta

Manusia dalam organisasinya dapat kita sebut sebagai social creature, karena ia memiliki sense of belonging, sense of satisfactions, dan sense of loving. Sebagai individual creature, karena ia memerlukan silent moment, reflection, relaxation, inserted-intern, dan self-improvement.  Kedua kategori yang ada dalam dirinya, ia pun dituntut untuk menjadi manusia yang manusiawi dalam berinteraksi dengan diri dan di luar dirinya. Manusia dapat memposisikan dirinya sebagai individual, material, dan spiritual. Karena itu, polarisasi ini yang dapat kita sebut sebagai TRIPORALITY (Three Rational Positions Personality). 

Selanjutnya, dalam kaitannya dengan apa yang kita maklumi bersama di tubuh Himmah NW khususnya Jakarta, adalah sangat penting untuk diintegrasikan. Pengamalan dalam format pembacaan Hizib NW dalam setiap acara yang diselenggarakan Himmah NW Jakarta merupakan satu bentuk upaya interpolasi salah satu unsur kemanusiaan manusia yang butuh akan ketenangan, keberkahan, ketenteraman yang langsung menyentuh kepada ruhaninya. Tak dapat dipungkiri juga bahwa terselenggaranya setiapa cara pembacaan Hizib NW tersebut mampu menjadi sekolah perjumpaan satu sama lain. Sehingga, sense of family yang Himmah NW Jakarta usung sedikit demi sedikit mampu terealisasi dengan baik. 

Hidup ini perlu perbaikan-perbaikan agar menjadikan manusia kerasan di alam ciptaan Tuhan, perlu pembaharuan agar tidak membosankan, dan perlu perubahan agar tidak statis (Habib, 1982: 24).Menyangkut anjuran di atas, Himmah NW memiliki kejelasan fungsi dan tugas yang sangat jelas dalam konteks apa yang dimaksud pernyataan tersebut. Sebagai kader Himmah NW, job descriptions yang sudah tertata rapi bisa kita simak  berikut ini; dalam pada ranah fungsional dan tugas, kader Himmah NW sebagai penggerak, komunikator, pembaharu, dan pembela.

Sebagai penggerak dalam arti kader Himmah NW harus mampu melakukan dinamisasi dan stabilisasi serta menggerakkan potensi sumber daya organisasi baik manusia maupun fasilitas yang dimiliki dalam rangka untuk mendorong fungsi dan perannya dalam kepengurusan organisasi secara optimal menuju pencapaian demi pencapaian cita-cita Himmah NW. Sebagai komunikator dalam arti bahwa kader Himmah NW mampu menjadi mediator (bukan provokator) terkait kebijakan pemerintah dan aspirasi rakyat serta mampu menyampaikan pesan-pesan Himmah NW dengan cara yang bijaksana dan mulia. Selanjutnya sebagai pembaharu, dalam hal ini kader Himmah NW dituntut untuk terus menerus melakukan upaya changing and upgrading yang relevan sesuain dengan kebutuhan dan tuntutan organisasi dalam rangka membangun serta meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Terakhir sebagai pembela, adalah benar bahwa di dalam berorganisasi tidaklah cukup hanya memilki komitmen dalam instrumen-instrumen pembangunan masyarakat jika tidak memiliki rasa memiliki hak untuk membela apa yang menjadi traffic line dalam  memperjuangkan aspirasi-apsirasi rakyat. Apa yang mesti dibela? Ia adalah sesuatu yang paling mahal di mana pun ia berada, kehormatan Himmah NW. karena ia terefleksi dalam sikap dan perilaku yang sesuai dengan norma, etika, dan moralitas perjuangan serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Elemen-elemen yang ada pada diri manusia secara jelas sudah termanifestasi dalam strukturalitas Himmah NW secara umum. Ketika seseorang menginginkan menjadi manusia yang utuh, tidak berlebihan kita katakan kesemuanya ada dalam diri Himmah NW.

 

Values Independency of Himmah NW (Professional-Moralis)

            Jualan Himmah NW yang sangat bernilai secara independen yang bahkan tidak banyak organ lain miliki adalah professional dan moralis. Satu Negara akan sangat rendah nilainya di mata dunia manakala nilai keprofesionalan dalam bermitra baik secara regional maupun global akan sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakatnya sendiri. Karena dampak yang ditimbulkan secara langsung menyentuh ranah social kemasyarakatan. Lebih-lebih lagi ketika satu bangsa yang sudah kehilangan moralitasnya tentu akan patah arah dan kacau balau serta tidak memiliki harga diri yang sangat pantas diperjuangkan dan dibela.

Realitas yang terjadi saat ini khususnya di Negara kita adalah kedua nilai tersebut masih menjadi tanda tanya besar. Yang mana, hampir tidak dapat kita katakan bahwa Negara kita kaya sumber daya alam tapi miskin profesionalisme dan moralisme. Himmah NW dengan memiliki dua modal besar itu pantas menjadi regenerasi percontohan setelah sebelumnya berada di tangan-tangan kosong yang masih menunggu daun basah jatuh berguguran dari batangnya. Pengejawantahan dapat kita lakukan dengan menyikapi hal demikian melalui turn giving, para actor yang sudah tertanam dalam dirinya dua hal, professional dan moralis adalah harapan besar bagi kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat baik secara local, national bahkan global. Ketika kita menginginkan suatu perubahan yang besar, pada saat yang sama kita harus memiliki jiwa yang besar. Karena setiap masa memiliki batas, keterbatasan itulah yang akan menjadi penentu maju atau tidak, meningkat atau tidaknya kesejahteraan yang dimaksudkan tentunnya dalam konteks “kekuasaan.” 3L/SuaraNW

 

Share

Artikel Lainnya

Tentang Penulis

Salim Rahmatullah

Komentar

Berita Populer

Artikel Populer

Nasihat TGB

Statistik Pengunjung

    1391088

    Total pengunjung : 619.058
    Hits hari ini : 116
    Total Hits : 1.391.088