I

Artikel

Imam Nawawi ra. Anjurkan Sumpahkan Amal Pada Tuhan Setiap Malam

Rabu
18:26:13 07 Februari 2018

 

 

Kenapa manusia diciptakan?  Atau apa tujuan penciptaan diri ini? Pertanyaan- pertanyaan mendasar yang banyak manusia lupakan. Entah karena banyaknya kesibukan, bisa juga karena kurangnya pengetahuan. Bisa jadi juga karena sengaja melupakan, karena akan berujung pada jawaban- jawaban suara hati yang menjauhkan dari glamoristik dunia, hedonistik, atau pun materialistik.

Jika kita melirik kitab suci, utamanya kitab suci Al-Qur’an, maka kita akan menemukan tujuan penciptaan manusia untuk beribadah kepada Allah swt, “wamā khalaqtu al jinna wal insan illa liya`budūn”  (QS. 51: 56). Apakah hanya untuk beribadah manusia diciptakan? Bagi penulis, tujuan utama penciptaan tidak lain untuk beribadah kepada-Nya. Namun, tidak menutup kemungkinan ada banyak tujuan- tujuan atau alasan lain, jika dilihat dari sisi manusia. Semisal, untuk mempertahan atau melestarikan manusia, agar tidak mengalami kepunahan.

Lepas dari banyaknya alasan penciptaan dari sisi manusia, hal pokok yang ingin penulis ulas yakni peribadatan. Sebagaimana QS. 51: 56 bertutur,   berarti kita sepakat tujuan penciptaan manusia untuk beribadah kepada Allah swt. Permasalahannya, tidak cukup menyadari tujuan kehidupan untuk beribadah semata, tapi bagaimana menjadikan ibadah itu diterima Allah swt, menjadi pertarungan berat manusia dalam kehidupan ini.

Barangkali kita pernah merasakan, ibadah- ibadah yang kita lakukan kadang bukan atas niat kepada Allah swt, tapi untuk dilihat oleh manusia. kita ingin dilihat sebagai orang shaleh, rajin beribadah, rajin bersedekah, menyayangi fakir miskin, kadang peduli hanya karena ingin memenangkan hati istri, mertua, bahkan pejabat tinggi.  Barangkali kita juga pernah merasakan, berbangga diri dengan amalan- amalan yang kita lakukan. Shalat, puasa, sedekah, haji, menjadikan kita berbangga, mengganggap diri sosok yang taat dan suci. Barangkali kita juga pernah merasakan, bahwa ibadah- ibadah yang kita lakukan, benar- benar kita tujukan hanya karena Allah swt. tetapi, selalu saja datang bisikan- bisikan yan g mengganggu, mempertanyakan keikhlasan dan kejernihan niat kita.

Hal itulah yang menjadi pertarungan berat penulis, anda, kita semua dalam melakukan peribadatan. Tidak cukup gerakan- gerakan dzhohir semata, tapi penjagaan hati dan niat tulus ikhlas menjadi hal yang ditekankan. Demikian, alangkah baiknya kita mengikuti anjuran Imam Nawawi dalam Syarh Kitab Hadis Arbain Nawawi, pada halaman ke 25, yakni dianjurkan untuk menyisihkan waktu untuk mengevaluasi amal- amal yang kita lakukan dan melakukan sumpah kepada Tuhan, bahwa amal- amal itu kita lakukan karena Allah swt, bukan karena hal selain-Nya.

 

 Sumber Foto: Nadiaroduan.blogspot.com

Share

Artikel Lainnya

Tentang Penulis

Salim Rahmatullah

Komentar

Berita Populer

Artikel Populer

Nasihat TGB

Statistik Pengunjung

    1391010

    Total pengunjung : 619.034
    Hits hari ini : 38
    Total Hits : 1.391.010