Dua Penghalang Zikir dan Bacaan Quran Sampai Kepada Alloh SWT

By Redaksi SuaraNW 04 Jul 2021, 12:56:04 WIBKeislaman

Dua Penghalang Zikir dan Bacaan Quran Sampai Kepada Alloh SWT

SuaraNW. Com - Pengajian dan zikir yang diselenggarakan oleh Majelis Zikir Alhisnul Mani' NW Pancor Manis Lombok Timur kali ini bertempat di Cabang Kelompok Jamaah Ijtima' Mispalah Praya yang berlokasi di Masjid Nurul Iman Mispalah, areal Pondok Pesantren Darul Muhibbin NW Mispalah.


Pengajian dan zikir yang bertemakan ZIKIR DAN TAWAJJUH ini  bertujuan untuk mengajak jamaah zikir Hisnul Mani' menjalin silaturrahmi dengan masyarakat sekitar tempat pengajian berlangsung. Selain sebagai sarana silaturtahmi pengajian, zikir dan tawajjuh bertujuan untuk syiar dan membumikan zikir ditengah tengah masyarakat, memasyarakatkan zikir dan menzikirkan masyarakat.


Tawajjuh yang berasal dari kata tawajjaha, yatawajjahu,  tawajjuhan, yang bermakna berhadapan atau tatap muka. Selanjutnya pemaknaan tawajjuh dikaitkan dengan ilmu sosial kemasyarakatan bermakna saling mendekatkan hubungan dengan sesama hamba Alloh SWT atau dengan kata lain saling meningkatkan ukhuwah nasabiyah, ukhuwah diniyah, ukhuwah wathoniyah, ukhuwah insaniah, dan ukhuwah alamiah atau hubungan dengan alam sekitar.


Maka salah satu tujuan dari pengajian zikir dan tawajjuh ini mengajak jamaah untuk terus menerus memperbaiki hubungan dengan sesama. Baik hubungan dengan sesama nasab, keluarga, hubungan dengan saudara seagama, hubungan dengan saudara sebangsa dan setanah air, hubungan dengan sesama manusia di seluruh jagat raya. 


Sehingga dengan harmonisnya hubungan hubungan tersebut diharapkan akan tercipta kedamaian kenyamanan keamanan dalam  tatanan kehidupan bermasyarakat dari semua lini lapisan masyarakat.


Selanjutnya pemaknaan tawajjuh dari segi tasawwuf dan thariqat adalah menghadapkan diri kepada Alloh SWT dengan membuka diri jiwa dan raga, zhohir dan bathin atau jasad dan ruhani.  Agar semakin dekat dengan Alloh SWT, dengan semakin dekat dengan Alloh SWT diharapkan kepada para jamaah yang hadir dalam tawajjuh dan zikir tersebut akan memiliki rasa dalam hati selalu diawasi dan dilihat oleh Alloh SWT, sehingga dalam menjalani kehidupan akan selalu waspada, mawas diri dan menjaga diri dari hal-hal yang bertentangan syariat dan ketentuan Alloh SWT, dengan kata lain tawajjuh dan zikir bertujuan sebagai ajang memperbaharui iman dan juga sebagai obat iman yang sedang lentur atau menurun.


TGH Muhammad Jamiludin  Alyazidi QH, S. Pdi dalam tausiahnya menyampaikan dan mengajak para jamaah untuk terus menghidupkan hati dengan banyak berzikir dan juga dengan memperbanyak membaca Alquran sebagai sarana atau washilah mendekatkan diri kepada Alloh SWT. 


"Kita hidupkan energi ruhani dengan zikir dan membaca Al- Qur'an," ajaknya.


Beliau mengisahkan bagaimana Imam Syafii Rohimakumulloh dapat menyelesaikan masalah ijtihadiyah tentang hukum fiqih dengan wasilah mengkhatamkan Al Qur'an sebanyak tiga ratus kali khatam, juga dengan berzikir kepada Alloh SWT. 


"Sehingga banyak kitab-kitab tentang hukum syariat lahir dari kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual beliau," tuturnya.


Maka jamaah kembali diajak oleh beliau untuk terus mengasah kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual dengan memperbanyak zikir dan membaca Al Qur'an dengan penuh khidmat dan hikmah.


Dalam pengajian tawajjuh dan zikir, Pimpinan sekaligus pendiri Majelis Zikir Al Hishnul Mani' mengingatkan para jamaah  bahwa terkadang banyak orang yang rajin baca Qur'an dan banyak orang yang rajin berzikir, namun akhlaq dan tata cara hidupnya tidak sesuai dengan Qur'an dan tidak sesuai dengan zikir yang ia amalkan.


"Apa penyebabnya? tanya beliau penuh penekanan.


"Penyebabnya adalah karena kita terhijab atau terhalang dari zikir yang sampai kepada Alloh," jelasnya.


Kemudian ia menjelaskan ada dua faktor penyebab terhalangnya zikir untuk sampai kepada Alloh :


Pertama, Hijab Khuluqi atau terhalang oleh akhlaq atau tingkah laku yang tidak baik, waktu berzikir dan membaca Al Qur'an hati tidak bersungguh sungguh. 


"Kita sering membaca Al Qur'an, kita sering berzikir dengan sambilan," jelasnya.


Beliau kemudian mencontohkan, tatkala kita sedang baca Al Qur'an atau berzikir ada HP yang berdering maka terkadang kita lebih mengutamakan HP dan memutuskan bacaan Al Qur'an dan zikirnya. 


"Lalu bagaimana zikir kita akan sampai kepada Alloh SWT, bagaimana zikir dan doa kita akan diterima oleh Alloh SWT sehingga bekas atas atsar zikir doa maupun bacaan Al Qur'an tidak memberikan pengaruh kepada penzikir?" 


"Karena dengan kurang akhlak atau adab dalam menjalani ibadah, wabil khusus dalam berzikir karena terhalang oleh tabir khuluqi atau tabir su'ul khuluq jeleknya akhlaq," terangnya.


Kedua, hijab atau tabir aqli atau akal. Terkadang kita sering mengatakan bahwa apa-apa yang dihasilkan oleh zikir dan ibadah apakah masuk akal atau tidak? dengan kata orang sekarang tidak rasional. 


"Sehingga terkadang membuat keyakinan jadi ragu-ragu, atau raiba sebagaimana bahasa Al Qur'an."


Kemudian ia menyitir firman Alloh SWT surat Al Baqarah ayat 2.


  ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ


"Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa," ucapnya penuh keyakinan.



Selanjutnya beliau memaparkan senjata untuk menghilangkan keragu-raguan akal atau rasional kita wahai para jamaah adalah tidak lain memperbanyak zikir dengan kalimat  لا إله إلا الله.


" لا إله إلا الله,  لا إله إلا الله, terus menerus dengan penuh keyakinan, keihlasan dan kesabaran dan keistiqomahan menjalani zikir kepada Alloh SWT," tandasnya.


Hadir dalam acara TAWAJJUH DAN ZIKIR tersebut adalah TGH MUHAMMAD JAMILUDDIN QH SPDI, TGH HABIB ZIADI selaku Pembina Masjid dan Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya, TGH DAMAN HURI, QH. S. Pd.i selaku pimpinan Jamaah Ijtima' zikir Mispalah, Ustaz Muhammad Faqih, dan ribuan jamaah yang datang dari Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur yang membeludak dan tak tertampung di Masjid Nurul Iman baik lantai bawah dan lantai dua.


Acara Pengajian Zikir dan tawajjuh diakhiri dengan zikir tawajjuh dipimpin lansung TGH Muhammad Jamiludin selaku pendiri dan pimpinan Majelis Zikir Al Hishnul Mani, Nahdlatul Wathon Pancor Manis Lombok Timur. (Redaksi)


Oleh : Aby Royabil.

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. JasaSeoMurah 13 Agu 2021, 05:49:13 WIB
View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat


  Bagaimana pendapatmu tentang SuaraNW.Com?
  Sangat Bagus dan Bermanfaat
  Bagus dan Bermanfaat
  Cukup Bagus dan Bermanfaat

Komentar Terakhir

  • WimScask

    <a href="https://ivermectinforhumans.monster/">s tromectol uk</a> ...

    View Article
  • YonScask

    <a href="http://orderviagraonline.quest/">buy viagra best price</a> ...

    View Article
  • TeoScask

    <a href="http://ivermectinsale.quest/">ivermecti n uk coronavirus</a> ...

    View Article
  • UgoScask

    <a href="https://iverm.quest/">ivermectin 3mg</a> ...

    View Article