Kearifan Lokal Serah Mayung Sebungkul Ponpes Al-Hannaniyah

By Redaksi SuaraNW 07 Jul 2021, 12:33:39 WIB

Kearifan Lokal Serah Mayung Sebungkul Ponpes Al-Hannaniyah

SuaraNW. Com - Tradisi serah Mayung Sebungkul atau tradisi menyerahkan putra dan putri dari wali santri ke pimpinan pondok  pesantren atau ke guru ngaji adalah tradisi dari zaman dahulu turun temurun yang diwariskan oleh para ulama.


Tradisi ini adalah istilah atau lambang akan kesungguhan dan keikhlasan dari orang tua menyerahkan putra dan putrinya untuk didik dan dibina oleh guru-gurunya dengan konsekwensi bahwa tatakala putra dan putrinya didik, dibina, digembleng dengan ketegasan dan kedisiplinan maka wali murid akan menerima dengan ikhlas dan tanpa harus menuntut dan keberatan bila dalam kegiatan pendidikan dan pembinaan ada hal-hal yang mungkin tidak disengaja  yang menyebabkan anak didik mengalami sesuatu hal yang dirasakan tidak enak atau sakit. 


Maka dengan tradisi "SERAH MAYUNG SEBUNGKUL" sekaligus sebagai MOU atau kesepakatan bila hal-hal yang tidak diinginkan tadi bisa saja terjadi, mengingat guru juga adalah manusia biasa yang terkadang bisa lemah lembut juga terkadang bisa juga tegas dan marah, maka diharapkan para wali murid untuk tidak semena mena menghakimi atau bahkan menuntut.


Dengan tradisi ini, diharapkan para wali santri dan santriwati bila menemukan hal-hal yang tidak diinginkan, untuk menyelesaikan secara kekeluargaan dan penuh kedamaian dengan pihak guru, yayasan dan semua yang terkait dengan tempat diserahkannya putra dan putrinya.


Tradisi Penyerahan MAYUNG SEBUNGKUL yang digelar oleh Yayasan Pondok Pesantren berlangsung penuh khidmat dan mengharukan, pada acara tersebut selain dihadiri oleh semua wali santri dan keluarga serta santri dan santri baru juga di hadiri oleh para Dewan Asatiz Pondok Pesantren Al-Hannaniyah NW Sebenge juga dihadiri oleh para Tuan Guru antara lain : TGH Muh. Shobri Azhari Rois 'Am Mudir Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya, TGH Muh. Daman Huri, TGH Muh. Taupiq Anshori M.Pdi Pimpinan Pondok Pesantren MQL Madinatul Qur'an Lombok, TGH Hafiz Burhani QH, S.Pdi Pimpinan Pondok Pesantren Anjumu Ahlil Bilad  atau YANJABI, serta TGH Nurul Wathoni, QH, MA. Pimpinan Rumah Qur'an Riadhul Wathon Wage Batujai, dan para asatiz, tokoh tokoh agama dan masyarakat.


Acara serah terima santri dan santriwati baru dirangkai dengan Pengajian yang disampaikan oleh TGH Muh. Taupiq Anshori Pimpinan MQL beliau berpesan kepada semua wali santri bahwa keuntungan besar bagi bapak ibu yang menyerahkan putra dan putrinya untuk tinggal di asrama Pondok Pesantren.


"Karena dengan mondoknya mereka di asrama, anak-anak kita pergaulannya terarah dan teratur, mereka akan selalu dalam pengawasan  dan pembinaan para pengasuh dan para asatiz," ungkapnya.


Dikatakannya, sehingga kita dirumah, tidak perlu khawatir akan keadaan anak-anak kita, beda dengan ketika mereka dirumah,kita tidak akan mampu mengawasi mereka dua puluh empat jam disebabkan keterbatasan waktu kita selaku orang tua, yang disibukkan  oleh pekerjaan dan usaha sehari hari.


Maka dengan memondokkan anak-anak kita di asrama pondok pesantren maka kita selaku orang tua bisa dengan leluasa mencari rizki untuk mereka tanpa harus khawatir akan pergaulan mereka," tegasnya,


Acara tradisi serah Mayung Sebungkul tersebut semua wali santri dari tingkat TK sampai MA menyerahkan secara lansung tanpa secara simbolik anak anak mereka ke Tuan Guru Haji Syatibi yang disaksikan oleh para tuan guru dan hadirin sambil berdoa semoga semua anak anak yanh diserah terimakan kelak menjadi anak anak yang alim sholeh dan sholehah berguna bagi agama masyarakat nusa dan bangsa,


Setelah acara serah terima Mayung Sebungkul acara dilanjutkan dengan tradisi ngurisan bagi santri laki-laki dan usap kepala bagi santriwati sebagai perlambang melepas masa-masa kebiasaan mereka ketika sebelum tinggal di pondok, mereka rela melepas atau dicukur rambutnya serta diusap kepalanya sebagai wujud tunduk dan bhaktinya kepada para asatiz dan pengasuhnya di pondok pesantren selama mereka menjadi bagian dari keluarga pondok pesantren.


Selain acara cukuran juga diselingi dengan pemberian secara simbolik sumbangan berupa celengan atau tabungan harian dari darmawan dan darmawati untuk membantu kegiatan PANTI ASUHAN yang dikelola oleh Yayasan Pondok Pesantren Al-Hannaniyah NW Sebenge, penyerahan diwakili oleh salah seorang pembantu pondok pesantren yang mengelola bagian pendanaan PA kepada Pimpinan Pondok Pesantren Tgh yang disaksikan oleh semua hadirin dan hadirat.


"Semoga semua darmawan dan darmawati yang dengan ikhlas memberikan sumbangannya diganti dengan rizki yang terbaik oleh Alloh SWT," kata TGH M Syatibi mendoakan.


Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh T Muh Shobri Azhari QH. S.Pdi. (Redaksi)


Oleh : Aby Royabil


Editor : Abdul Karim

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. ping google 09 Jul 2021, 10:17:45 WIB

    terimakasih infonya

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat


  Bagaimana pendapatmu tentang SuaraNW.Com?
  Sangat Bagus dan Bermanfaat
  Bagus dan Bermanfaat
  Cukup Bagus dan Bermanfaat

Komentar Terakhir

  • YonScask

    <a href="http://orderviagraonline.quest/">buy viagra best price</a> ...

    View Article
  • TeoScask

    <a href="http://ivermectinsale.quest/">ivermecti n uk coronavirus</a> ...

    View Article
  • UgoScask

    <a href="https://iverm.quest/">ivermectin 3mg</a> ...

    View Article
  • efanifawonu

    Sore prl.kplw.suaranw.com.wuq.ne mucosa; [URL=http://scoverage.org/overnight-cialis/ - no ...

    View Article