Penyesalan Orang Yang Berbuat Baik

By Redaksi SuaraNW 03 Jul 2021, 04:54:00 WIBHikmah

Penyesalan Orang Yang Berbuat Baik

SuaraNW. Com - Pada suatu hari Baginda Rasululloh SAW baru saja kembali dari pemakaman salah seorang sahabat. Beliau seperti biasa menyempatkan diri singgah dirumah duka, untuk memberikan takziah dengan menghibur keluarga yang ditimpa musibah.


Pada saat itu Baginda Nabi saw bertanya kepada istri almarhum. "Adakah pesan atau suatu ucapan dari suamimu saat saat suamimu sedang menghadapi naza,atau sakaratul maut?

Sang istripun menjawab, "wahai Nabialloh, bahwa pada saat suamiku sedang sakaratul maut ia berucap seolah-olah orang yang sedang mengigau, saya tidak tahu kata-katanya itu, apakah karena merasakan sakitnya sakaratul maut atau mungkin sebuah pesan yang ingin dia ungkapkan." 


Selanjutnya Rasululloh saw bersabda lagi, "ceritakanlah apa saja yang dikatakan suamimu saat saat menghadapi sakaratul maut tersebut," sang istripun menceritakan.


Wahai Rasul yang Mulia, "suamiku saat saat akan meninggal dunia dia berkata tiga hal: 

1. Kenapa tidak panjang, alangkah baiknya jika lebih panjang.

2. Kenapa tidak baru, alangkah baiknya jika yang baru.

3.Kenapa tidak semuanya, alangkah baiknya jika semuanya.

Begitulah ya Rasululloh yang diucapkan oleh suamiku saat saat menghadapi kematiannya".


"Ya Rasul apakah benar atau salah suami saya tersebut?" tanya sang istri.

Kemudian Rasululloh SAW menjawab dan menjelaskan apa yang dimasudkan oleh almarhum.

1. Yang diucapkan oleh suamimu itu, kenapa tidak panjang atau alangkah baiknya jika lebih panjang adalah pada suatu hari Jum'at ketika pergi sholat Jum'at suamimu bertemu dengan orang buta di tengah jalan yang juga mau ke Masjid untuk sholat Jum'at, si buta berjalan seorang diri terseok-seok karena tiada yang menuntunnya, maka dengan penuh ikhlas suamimu menuntun orang buta tersebut sampai ke Masjid, maka tatakala ia sedang sakaratul maut Alloh perlihatkan pahalanya dari menolong orang buta tersebut, sehingga ia berucap kenapa jalannya tidak lebih panjang atau jauh agar ia mendapatkan pahala jauh lebih banyak lagi.


2. Kenapa tidak yang baru atau alangkah lebih baik yang baru, maksudnya bahwa pada suatu hari tatkala suamimu menuju Masjid di musim yang dingin dan hujan dia menemukan seorang kakek yang menggigil kedinginan karena tak memakai baju yang layak, maka suamimu yang melihat itu tidak tega, dan dia dengan penuh kasih sayang membuka jaketnya yang dipakai dan memberikan kepada sang kakek agar tak kedinginan, maka tatkala sakaratul maut Alloh SWT pun memperlihatkan pahalanya dari perbuatan memberikan jaketnya yang sudah lama, sehingga suamimu amat menyesal kanapa ia tidak memberikan jaket yang baru setelah ia melihat pahalanya, sehingga ia mengucapkan kalimat penyesalan kenapa tidak yang baru, atau alangkah lebih baik yang jika begini besar pahalanya.


3. Kenapa tidak semua atau alangkah lebih baik jika semuanya ...bahwa pada suatu hari suamimu didatangi oleh orang fakir yang meminta-minta sedekah, kebetulan suamimu sedang menikmati roti, si fakir meminta rotinya karena kelaparan, maka suamimu pun dengan ikhlas membagi rotinya sama sama setengah dengan si fakir,maka tatkala sedang sakaratul mau Alloh kembali perlihatkan pahalanya atas perbuatannya memberikan sebagian rotinya tersebut, sehingga ia merasa menyesal, kenapa tidak ia berikan semuanya saja kalau tau begini besar pahalanya memberikan roti walau hanya sebagian, bagaimana jika semuanya maka akan jauh lebih banyak lagi pahalanya. Maka iapun berucap kenapa tidak semuanya atau alangkah lebih baik jika semuanya.


Demikianlah setiap perbuatan baik walaupun sekecil apapun tetap dihargai dan dibalas dengan pahala oleh Alloh swt.


Rosululloh Shalallohu ‘Alaihi wasallam  bersabda:

  اتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقٍّ تَمْرَةٍ

“Berlindunglah kalian dari api neraka walaupun dengan separuh kurma”. (Muttafaq ‘Alaih)


Bagaimana jika lebih dari sebiji, dua biji, satu kilo atau lebih banyak, tentunya akan jauh lebih banyak yang akan didapatkan ganjaran pahala dari Alloh SWT.


Semoga kita selalu dalam hidayah, inayah dan taufiq Alloh SWT, sehingga kita mampu berbuat kebaikan sesuai dengan kemampuan kita masing masing, walau hanya segelas air, sebiji kurma, karena betapa mulianya orang yang suka memberi sehingga Alloh SWT tidak hanya membalas hanya bagi yang memberi yang besar-besar atau banyak banyak saja, kecil maupun besar, sedikit maupun banyak semua akan mendapatkan ganjaran pahala di sisi Alloh SWT. Wallohu a'lam. (Redaksi)


M. Syamsul Wathan, Masjid Nurul Iman Mispalah 2 juli 2021

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. jasa seo 12 Agu 2021, 06:24:23 WIB
View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat


  Bagaimana pendapatmu tentang SuaraNW.Com?
  Sangat Bagus dan Bermanfaat
  Bagus dan Bermanfaat
  Cukup Bagus dan Bermanfaat

Komentar Terakhir

  • WimScask

    <a href="https://ivermectinforhumans.monster/">s tromectol uk</a> ...

    View Article
  • YonScask

    <a href="http://orderviagraonline.quest/">buy viagra best price</a> ...

    View Article
  • TeoScask

    <a href="http://ivermectinsale.quest/">ivermecti n uk coronavirus</a> ...

    View Article
  • UgoScask

    <a href="https://iverm.quest/">ivermectin 3mg</a> ...

    View Article