Refleksi 61 IPNW

By Redaksi SuaraNW 20 Feb 2021, 07:34:47 WIBKe-NW-an

Refleksi 61 IPNW

Oleh: Zahid Ramadhan (Ketua Umum Pimpus IPNW)


SuaraNW. Com - Pada 19 Februari 2021, IPNW menapaki usia yang ke-61 tahun. Pada tahun 1960 keadaan Negara dipaksa oleh keadaan politik, banyak organisasi kepemudaan, pelajar, dan kemahasiswaan yang berdiri sebelum maupun pada masa Orde Lama bertumbangan. Di usia yang lumayan tua dan di tengah perjalanan lika liku organisasi Alhamdulillah IPNW terus memberikan manfaat untuk pelajar Indonesia khususnya pelajar Nahdlatul Wathan.


Refeleksi perjalanan organisasi harus di lakukan demi IPNW yang lebih maju dan bermanfaat. Dengan semboyan IPNW terus berjuang kapanpun dan dimanapun diharapkan semboyan ini selalu di terapkan oleh semua kader IPNW dengan pergerakan organisasi tidak boleh berhenti memberikan manfaat kepada ummat khusunya ummat pelajar di seluruh Indonesia (Alharokah Barokah) dalam kondisi dan situasi apapun dan dimanapun kader itu berada. semboyan ini harus benar – benar di pegang oleh kader karena dalam ber NW harus menerapkan dimana kader itu jatuh maka di sanalah harus tumbuh.


Berjuang kapanpun dan dimanapun adalah salah satu cara kita menjaga warisan sang pendirinya dengan membuat mental dan jiwa anjum NW menjadi siap tempur kapanpun dan dimanapun di butuhkan. Cita-cita daripada Ikatan Peladjar Nahdlatul Wathan ialah membentuk manusia yang berilmu dengan akhlakul karimah, bukan manusia calon kasta elite di dalam masyarakat. Selain cita–cita yang mulia tujuan IPNW adalah Membina dan menyiapkan kader-kader Nahdlatul Wathan yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, ikhlas dan Istiqomah, kreatif dan dinamis dalam mewujudkan Lii’ilai Kalimatillah “izzul islam Wal Muslimin dalam rangka mencapai keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.


Dengan cita – cita dan tujuan mulia maka sudah sepatutnya dan seharusanya semua kader menumbuhkan semangat dan jiwa kepemimpinan Maualansyaikh karena kesuksesan perjuangan Maulanasyaikh TGKH Zainuddin Abdul Madjid ditentukan oleh pola kepemimpinannya. Kearifan seorang pemimpin dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya akan menentukan keberhasilan perjuangannya. Perjuangan dan kepemimpinan merupakan dua hal yang saling mengkait, karena perjuangan itu akan berhasil baik, apabila pola pendekatan yang dipergunakan dalam kepemimpinan itu baik. Di samping itu, kepemimpinan yang arif dan bijaksana akan menghasilkan keberhasilan perjuangan. Perjuangan dan kepemimpinannya senantiasa beliau arahkan untuk kepentingan umat.


Untuk melanjutkan dan mengembangkan perjuangan Nahdlatul Wathan di masa mendatang, IPNW harus mencetak dan memunculkan kader-kader yang memiliki potensi dan militansi, serta loyalitas yang tinggi, baik dari segi semangat, wawasan, maupun bobot keilmuan. Dalam banyak kesempatan Almagfurulahu Maulanasyaikh sering menyampaikan keinginannya agar murid dan santrinya memiliki ilmu pengetahuan sepuluh bahkan seratus kali lipat lebih tinggi daripada ilmu pengetahuan yang beliau miliki. Demikian motivasi yang selalu beliau kumandangkan supaya murid dan santrinya lebih tekun dan berpacu dalam menuntut ilmu pengetahuan, baik di dalam maupun di luar negeri.


Dalam menerima dan menghadapi para murid dan santri serta warga Nahdlatul Wathan, beliau tidak pernah membedakan antara yang satu dengan yang lain. Semua murid dan santri serta warga Nahdlatul Wathan diberikan perhatian dan kasih sayang yang sama besarnya, bagaikan cinta dan kasih sayang seorang bapak kepada anak-anaknya. Yang membedakan murid dan santri dihadapannya adalah kadar keikhlasan dan sumbangsihnya kepada Nahdlatul Wathan. Dan, untuk membina dan memonitor kualitas kader Nahdlatul Wathan, seperti isi wasiat beliau


Sesungguhnya semulia-mulia kamu disisiku ialah yang paling banyak bermanfaat untuk perjuangan Nahdlatul Wathan dan sejahat-jahat kamu disisiku ialah yang paling banyak merugikan perjuangan Nahdlatul Wathan.


Sebagai salah satu sayap organisasi Nahdlatul Wathan maka IPNW sebagai undebouw NW yang paling dasar harus mampu mewujudkan harapan pendirinya. Dalam mewujudkan cita –cita sang pendiri maka jalan yang di lalui tidak akan mudah di tempuh dimana model gerakan sosial ala pelajar – mahasiswa sudah digantikan oleh gerakan interest group dari organisasi berbasis profesi atau kepentingan. Berbicara isu pelajar maka kelompok-kelompok berbasis pelajarlah yang paling mengerti setiap isu yang terkait dengan dunia pelajar begitu juga isu yang lain.


IPNW sebagai organisasi kader Berulang kali disampaikan di berbagai ruang pengkaderan bahwa organisasi hampir selalu didikotomikan ke dalam organisasi massa atau kader, organisasi profesional atau voluntarian, dan organisasi tradisional atau modern. Prinsip-prinsip dasar antara bentuk, isi, dan sifat tersebut nyaris tidak bisa disatukan. Meskipun bisa, akan selalu memunculkan kontradiksi di dalamnya. IPNW harus berani memilih tipologi atau karakteristik yang jelas karena sesungguhnya berada di grayscale area seperti saat ini tidak selalu nyaman dan baik asalkan tidak keluar dari jalur–jalur organisasi Nahdlatul Wathan.


Dalam banyak kesempatan PB NW dan Dewan Msutsyar PB NW selalu memperumakan keorganisasin Nahdltul Wathan dalam sholat berjama’ah dimana ketika imam rukuk maka makmun juga akan rukuk yang artinya semua kebijakan organisasi harus dilakukan sepenuh hati. Di dalam sholat berjama’ah, seseorang bisa menjadi imam karena memiiliki syarat khusus yang berbeda dengan syarat yang juga dimiliki oleh bilal, muadzin ataupun makmum. Oleh karena syarat ini terbatas dipenuhi dalam sebuah situasi yang demikian maka tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama memainkan peran yang dilakoni dalam sebuah momentum sholat berjama’ah.


Maksud dari analogi di atas adalah bahwa setiap anggota terdiferensiasi dalam kapasitas yang berbeda. Untuk mencapai kapasitas tertentu tiap anggota harus melakukan upgrading level. Dalam proses ini, institusi IPNW berkewajiban memberikan kesempatan dan tahapan proses yang sama bagi semua anggota untuk dapat melakukannya. Itulah yang dinamakan kaderisasi. Seorang imam akan terus dipatuhi perintahnya selama memiliki kesesuaian dengan tata cara dan aturan sholat. Bila melenceng dari tata cara dan aturan sholat maka barisan (makmum) dapat memberikan kritik secara terbatas dan teratur dengan selalu mengedpankan Akhlakul Karimah.


Selain tantangan gerakan ala pelajar setiap kader IPNW harus mampu memahami politik saat ini karena situasi politik saat ini berbeda dengan masa lalu. Transisi demokrasi saat ini masih terjadi tetapi semakin mendekati ke arah konsolidasi demokrasi. Fenomena ini bisa dilihat dengan semakin adapatifnya elemen-elemen demokrasi dengan tata politik demokrasi. Meskipun kita masih meragukan, partai politik saat ini tengah dipaksa untuk berubah secara bertahap. Sebagai kader NW maka sikap dan tata cara berpolitik juga harus sesuai tuntutan agama.


Selaian itu yang paling penting harus kita ingat adalah di dalam organisasi kader seperti NW yang di dalamnya ada sebuah badan otonom NW yang di namakan IPNW adalah kepentingan individu telah termanifestasi menjadi kepentingan kelompok itu sendiri dan harus mengedepankan tujuan dari organisasi tersebut. (Redaksi SNW)

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat


  Bagaimana pendapatmu tentang SuaraNW.Com?
  Sangat Bagus dan Bermanfaat
  Bagus dan Bermanfaat
  Cukup Bagus dan Bermanfaat

Komentar Terakhir

  • WimScask

    <a href="https://ivermectinforhumans.monster/">s tromectol uk</a> ...

    View Article
  • YonScask

    <a href="http://orderviagraonline.quest/">buy viagra best price</a> ...

    View Article
  • TeoScask

    <a href="http://ivermectinsale.quest/">ivermecti n uk coronavirus</a> ...

    View Article
  • UgoScask

    <a href="https://iverm.quest/">ivermectin 3mg</a> ...

    View Article